Emitentrust.com – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) belum dapat mengambil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 setelah rapat yang digelar pada 24 Juni 2026 tidak memenuhi kuorum kehadiran sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan risalah RUPS yang disampaikan pada Jumat (26/6) disebutkan bahwa, rapat hanya dihadiri pemegang saham yang mewakili 423.282.112 saham atau 33,78% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Tingkat kehadiran tersebut belum memenuhi persyaratan kuorum sehingga seluruh mata acara rapat tidak dapat diputuskan.
Akibat tidak tercapainya kuorum, Perseroan belum dapat memperoleh persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025, termasuk pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris.
Selain itu, pembahasan mengenai laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, penetapan honorarium Direksi dan Dewan Komisaris, hingga agenda perubahan dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris juga belum dapat diputuskan.
Perseroan menyatakan akan menyelenggarakan RUPS kedua sesuai ketentuan Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan serta peraturan di bidang pasar modal. Jadwal dan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan rapat kedua akan diumumkan kemudian.
Hingga saat ini, susunan pengurus Perseroan masih tetap, yakni Budi Aris sebagai Direktur Utama, Ruben Partogi sebagai Direktur, Intan Magdalena sebagai Komisaris Utama, dan Untung Surono sebagai Komisaris Independen.
Pada perdagangan hari ini Jumat (26/6) saham SMKM turun 6,06 persen hingga ARB ke level Rp62 per lembar.
Sepanjang tahun buku 2025, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,0 juta. Perolehan ini menurun drastis dan berubah menjadi rugi bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya (2024), di mana perusahaan masih mencetak keuntungan sebesar Rp 2,5 miliar.


