Saham BIKE Bergejolak, Manajemen Ungkap Rencana Besar Rp27T

Saham BIKE Bergejolak, Manajemen Ungkap Rencana Besar Rp27T
Bisnis baru PLTS yang bakal digarap BIKE
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) buka suara terkait volatilitas transaksi saham perseroan. Dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti diketahui saham BIKE pada perdagangan Kamis (3/9) berada di level Rp690. Dalam sebulan terakhir naik 38,5 persen. Dalam enam bulan terbang 65,8 persen dari harga Rp416 pada 3 Maret 2026.

Manajemen menyebut tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.

Meski demikian, BIKE mengungkap sejumlah agenda korporasi yang tengah disiapkan perseroan. Salah satunya adalah rencana penambahan modal sebesar Rp1 triliun yang berasal dari PT Penajam Makmur Jaya.

Rencana tersebut akan menjadi salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), bersama dengan perubahan kedudukan dan alamat perseroan, penyesuaian jumlah pemegang saham berdasarkan data per 31 Agustus 2026, serta penambahan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) atau kegiatan usaha.

Tak hanya penambahan modal, BIKE juga menyiapkan ekspansi melalui pengakuisisian dua perusahaan yang akan menjadi anak usaha baru.

Perusahaan pertama adalah PT Karya Bersinar Indonesia, yang disebut telah memperoleh kontrak dengan nilai mencapai Rp3,8 triliun.

Sementara perusahaan kedua adalah PT Fahreza Duta Perkasa, yang disebut telah mendapatkan izin sedimentasi pasir laut dengan nilai mencapai Rp23 triliun.

Jika kedua nilai tersebut digabungkan, proyek yang dikaitkan dengan calon anak usaha baru BIKE mencapai sekitar Rp26,8 triliun.

Namun, angka tersebut merupakan nilai kontrak atau izin yang disebutkan perseroan dan bukan berarti seluruh nilai tersebut otomatis menjadi pendapatan atau laba BIKE.

Di tengah volatilitas transaksi saham BIKE, perseroan juga menyampaikan informasi mengenai rencana pemegang saham utama.

Berdasarkan konfirmasi yang disampaikan kepada BEI, pemegang saham utama BIKE menyatakan tidak akan menjual kepemilikannya selama 10 tahun ke depan.

Manajemen BIKE sendiri menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu yang dapat memengaruhi harga saham perseroan.