back to top

Saham OASA Bergejolak, Manajemen Beber Proyek Raksasa di Bali

Emitentrust.com – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) akhirnya angkat bicara setelah sahamnya mengalami volatilitas transaksi yang memicu permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chandra Devikemalawaty Corporate Secretary OASA dalam keterangannya JUmat (9/1) mengungkap bahwa pada akhir 2025 telah dibentuk konsorsium strategis bersama PT Maharaksa Energi Hijau, PT Indoplas Karya Energi, PT Indoplas Energi Hijau, serta Grandblue Environment Co., Ltd asal China.

Konsorsium bertajuk Grandblue–Maharaksa Consortium tersebut saat ini tengah mengikuti proses Dokumen Permintaan Proposal (DPP) dalam pemilihan mitra kerja sama pengembang dan pengelola pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (BUPP PSEL) di wilayah Denpasar Raya.

Proyek ini tergolong jumbo lantaran dirancang untuk mengelola sedikitnya 1.000 ton sampah per hari, sebuah kapasitas yang berpotensi menjadi game changer dalam sektor pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia.

Kendati demikian, manajemen OASA menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat informasi atau kejadian lain yang bersifat material dan belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan.

Terkait dugaan pergerakan tidak wajar, perseroan juga memastikan tidak menemukan adanya aktivitas transaksi jual beli saham oleh pemegang saham tertentu yang melampaui ketentuan pelaporan sebagaimana diatur dalam POJK.

Manajemen mengatakan bahwa, dalam waktu dekat OASA juga belum memiliki rencana aksi korporasi yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham utama dan pengendali pun disebut tidak memiliki agenda khusus terkait perubahan kepemilikan saham.

Pada perdagangan Jumat (9/1) saham OASA melambung 3,76 persen ke level Rp386. Dalam sepekan terkahir naik 48 persen dari harga Rp260 pada 5 Januari 2026. Dalam sebulan naik 70 persen dari harga Rp226 pada 9 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 116 persen dari harga Rp178 pada 9 Juli 2025.

Artikel Terkait

BEI Akhirnya Layangkan Surat ke Emiten RLCO

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (ALII) akhirnya memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan selama periode 11 hingga 18 Mei 2026.

SMCB Resmi Bubarkan dan Likuidasi Tiga Anak Usaha

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mengumumkan pembubaran yang diikuti likuidasi terhadap tiga anak usahanya sebagai bagian dari proyek penataan usaha

Bank Raya (AGRO) Gelar RUPST, Dua Komisaris Baru Masuk

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada 20 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru