Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (16/7/2026) dengan kinerja positif. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bertahan di zona hijau dan akhirnya ditutup menguat 66,23 poin atau 1,10% ke level 6.108,20.
Reli IHSG didorong oleh penguatan seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali menguat.
Sektor teknologi menjadi motor utama kenaikan dengan lonjakan 1,94%. Posisi berikutnya ditempati sektor barang baku yang naik 1,57%, disusul sektor properti yang menguat 1,31%. Penguatan yang merata di seluruh sektor menjadi penopang utama laju IHSG hingga penutupan perdagangan.
Aktivitas transaksi berlangsung cukup aktif dengan volume perdagangan mencapai 29,90 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,04 triliun. Sebanyak 372 saham berhasil menguat, 238 saham melemah, dan 185 saham ditutup stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, MLPT melonjak Rp4.125 menjadi Rp24.775 per lembar. Disusul TKIM yang naik Rp500 menjadi Rp6.100 per saham dan INKP yang menguat Rp375 menjadi Rp7.800 per lembar.
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan jual. DCII terkoreksi Rp875 menjadi Rp197.800 per lembar, SINI melemah Rp650 menjadi Rp5.975, dan POLU turun Rp575 ke level Rp12.900 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham PRDL menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 328.709 kali transaksi senilai Rp444 miliar. Selanjutnya RANS mencatat 218.322 kali transaksi dengan nilai Rp734 miliar, sementara BNBR diperdagangkan sebanyak 50.986 kali senilai Rp188 miliar.
Di jajaran saham LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 10,27%. Disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menguat 6,81% dan PT Astra International Tbk (ASII) yang naik 5,15%.
Sementara itu, saham-saham yang masuk daftar top losers LQ45 dipimpin oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 3,61%. Posisi berikutnya ditempati PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang melemah 2,46% dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 2,21%.


