Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan di awal pekan. Setelah sempat menguat pada sesi pertama, IHSG justru berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (27/4/2026).
IHSG sempat naik 46,13 poin atau 0,65% ke level 7.175,62 pada penutupan sesi I. Namun tekanan jual di sesi kedua membuat indeks terkoreksi 22,97 poin atau 0,32% ke level 7.106,52 saat penutupan.
Pelemahan IHSG terjadi meski mayoritas sektor berada di zona hijau. Dari total 11 sektor di Bursa Efek Indonesia, hanya tiga sektor yang mengalami penurunan, namun cukup untuk menekan indeks.
Sektor energi menjadi pemberat utama dengan koreksi 1,21%, disusul sektor perindustrian yang turun 1,15%, serta sektor keuangan yang cenderung stagnan.
Di sisi lain, delapan sektor lainnya mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan 1,48%, diikuti sektor barang konsumen primer 0,53% dan sektor teknologi 0,44%. Penguatan juga terjadi pada sektor infrastruktur (0,33%), transportasi (0,31%), properti dan real estate (0,30%), barang konsumen non-primer (0,30%), serta sektor kesehatan (0,15%).
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 32,93 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,40 triliun. Sebanyak 408 saham menguat, mengungguli 264 saham yang melemah, sementara 147 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan, seperti RDTX yang naik Rp1.100 menjadi Rp16.575 per saham. GGRM menguat Rp800 ke Rp14.500, serta ADES yang naik Rp625 menjadi Rp17.875 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual terjadi pada beberapa saham besar. UNTR turun Rp1.175 menjadi Rp30.675 per saham, ITMG melemah Rp950 ke Rp25.450, dan POLU terkoreksi Rp750 menjadi Rp14.750 per saham.
Dari sisi frekuensi transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang teraktif dengan 80.207 kali transaksi senilai Rp1,63 triliun. Disusul DEFI dengan 77.475 kali transaksi senilai Rp181 miliar, serta KOTA sebanyak 72.188 kali transaksi senilai Rp201 miliar.
Pada indeks LQ45, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi top losers setelah turun 8,66% ke Rp1.845 per saham. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 3,84% ke Rp2.530, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 3,69% ke Rp30.675 per saham.
Sementara itu, penguatan dipimpin oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melonjak 8,00% ke Rp5.400 per saham. Disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 5,41% ke Rp1.560, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 3,70% ke Rp224 per saham.


