Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat 13 perusahaan dalam pipeline IPO yang berpotensi melantai di pasar modal hingga pertengahan tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, menyampaikan bahwa puluhan calon emiten tersebut merupakan lanjutan dari pipeline tahun sebelumnya dengan sektor yang beragam.
“Masih ada sekitar 13 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari finansial, energi, hingga consumer goods,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar calon emiten tersebut menggunakan laporan keuangan per Desember 2025, sehingga diharapkan proses pencatatan saham dapat dilakukan paling lambat Juni 2026, tergantung kecepatan masing-masing perusahaan dalam merespons proses due diligence dari BEI.
Meski kondisi pasar dinamis, Yetna menilai minat IPO (appetite) masih cukup kuat. Seluruh perusahaan dalam pipeline tersebut dinilai memiliki peluang untuk melantai di bursa, tinggal menunggu kesiapan administrasi dan respons terhadap regulator.
Lebih lanjut, BEI menargetkan peningkatan signifikan pada total pencatatan efek tahun ini. Target tersebut tidak hanya mencakup saham, tetapi juga obligasi hingga produk terstruktur.
“Total pencatatan efek yang kami sampaikan ke otoritas meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Yetna.
Namun, BEI belum merinci porsi masing-masing instrumen, termasuk target IPO saham, karena masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan BEI bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada saham, tetapi seluruh instrumen yang dapat mendukung penghimpunan dana (raising fund) bagi dunia usaha.


