back to top

SMDR Restui Dividen Rp196,5M dan Siapkan Dana Ekspansi

Emitentrust.com – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menyetujui pembagian dividen tunai total sebesar Rp196,5 miliar atau Rp12 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).

Direktur Utama SMDR, Bani Maulana Mulia, menjelaskan bahwa total dividen tersebut merupakan kombinasi antara dividen interim dan dividen final. Sebelumnya, Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp2,5 per saham atau senilai Rp40,9 miliar pada Agustus 2025.

Sementara itu, RUPS menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp9,5 per saham atau senilai Rp155,6 miliar. Dengan demikian, total dividen yang diterima pemegang saham untuk tahun buku 2025 mencapai Rp12 per saham atau setara Rp196,5 miliar.

Selain digunakan untuk pembayaran dividen, sebagian laba tahun buku 2025 juga dialokasikan sebagai cadangan dan laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis Perseroan pada masa mendatang.

Pembagian dividen tersebut ditopang oleh kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025. Samudera Indonesia membukukan laba bersih sebesar USD52,1 juta, meningkat sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan, Perseroan mencatat pertumbuhan sekitar 9% menjadi USD801,7 juta. Namun demikian, laba usaha tercatat turun sekitar 3% menjadi USD93,7 juta dibandingkan periode sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) saham SMDR turun 1,37 persen ke level Rp288.

Artikel Terkait

Emas Antam Kamis ini naik Rp20.000 per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (13/8/2026) kembali mengalami kenaikan. Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.700.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.680.000 per gram.

GOTO Dikeluarkan MSCI, CPIN Turun Kasta ke Small Cap

Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok negara emerging market setelah menyelesaikan tinjauan tahunan 2026 untuk indeks MSCI Frontier Emerging Markets.

PBSA Minta Restu Stock Split 1:2, Ini Tujuannya

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyiapkan aksi korporasi berupa pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:2. Dengan rasio tersebut, jumlah saham PBSA akan meningkat dari 3 miliar saham menjadi 6 miliar saham.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru