back to top

Terbang Ratusan Persen Disuspensi, Ini Penjelasan SOCI

Emitentrust.com– PT Soechi Lines Tbk. (IDX: SOCI) akhirnya angkat bicara usai Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham Perseroan.

Paula Marlina Corporate Secretary SOCI dalam penjelasannya Rabu (14/1) menegaskan bahwa meskipun saham disuspensi, seluruh kegiatan usaha Perseroan tetap berjalan normal.

“Perseroan saat ini menjalankan kegiatan usaha sebagaimana mestinya, baik pada segmen usaha pelayaran maupun galangan kapal,” tulis manajemen.

SOCI juga menegaskan tetap berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Manajemen SOCI menepis adanya isu tersembunyi di balik suspensi saham.

“Pada tanggal surat ini, tidak terdapat informasi atau fakta material di dalam Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik,” tegas Paula.

Terkait lonjakan atau pergerakan harga saham sebelum suspensi, SOCI menyatakan hal tersebut murni akibat mekanisme pasar dan berada di luar kendali Perseroan.

Perlu diketahui saham SOCI disuspensi oleh BEI di harga Rp705 pada 12 Januari 2026 lantaran terjadi lonjakan harga saham yang signifikan.

Saham SOCI dalam sepekan terakhir naik 22,6 persen dari harga Rp575 pada 8 Januari 2026. Dalam sebulan terbang 117 persen dari harga Rp324 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan melonjak 314 persen dari harga Rp170 pada 14 Juli 2025.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru