back to top

Terkuak! Dua Putri Konglomerat Kuasai PLIN, Publik Cuma 2%

Emitentrust.com – PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menyampaikan Laporan Pemegang Efek per 31 Januari 2026. Data terbaru menunjukkan, free float PLIN hanya tersisa sekitar 2,02%, sementara saham pengendali menguasai hampir seluruh kepemilikan perseroan.

Manajemen PLIN mengonfirmasi bahwa pengendali masih menggenggam 3,43 miliar saham atau 96,61% dari total saham beredar.

Angka ini tidak berubah dibanding bulan sebelumnya dan menegaskan betapa terkonsentrasinya kepemilikan saham emiten yang kini berada di Papan Pemantauan Khusus BEI.

Berdasarkan laporan PLIN, jumlah saham free float PLIN hanya sekitar 71,28 juta saham atau setara 2,02% dari total saham tercatat sebanyak 3,53 miliar saham.

Saham free float tersebut seluruhnya berasal dari kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5%, sementara Direksi, Komisaris, Pengendali, dan afiliasi tercatat tidak memiliki saham publik di bawah 5% yang bisa menambah porsi free float.

PLIN juga tercatat masih menyimpan 14,24 juta saham treasury atau sekitar 0,4%, yang hingga kini belum dilepas kembali ke publik.

seperti djmetahui Saham treasury ini juga tidak diperhitungkan sebagai free float.

Menariknya, laporan pemegang saham mengungkan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham PLIN, yakni:

Amelia Gozali dan Margaretha Natalia Widjaja

Berdasarkan penelusuran Amelia Gozali, seorang warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1985 Putri dari Konglomerat Boyke Gozali yang juga CEO PT Indonesiaian Paradise Property Tbk (INPP).

Sedangkan Margaretha Natalia Widjaja adalah Putri dari pendiri Sinar Mas Group almarhum Eka Tjipta

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru