back to top

Tjoe Mien Lepas 18 Juta Saham SDMU Harga Puncak

Emitentrust.com – Tjoe Mien Sasminto selaku Komisaris utama PT. Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 Januari 2026.

Manajemen SDMU dalam keterangan tertulisnya Jumat (23/1) menyampaikan bahwa Tjoe Mien Sasminto telah menjual sebanyak 18.000.000 lembar saham SDMU di harga Rp110 per saham.

Sebelumnya Tjoe Mien Sasminto pernah membeli saham SDMU pada tanggal 12 hingga 13 Juni dan 26 serta 30 Juni 2025.

Tjoe Mien Sasminto telah membeli sebanyak 262.800 lembar saham SDMU di harga Rp25 per saham.

“Tujuan dari transaksi adalah untuk Pribadi dengan kepemilikan saham langsung,”tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Tjoe Mien Sasminto di SDMU berkurang menjadi 1.177.214.644 lembar saham setara dengan 52,30% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1.195.214.644 lembar saham setara dengan 53,10%.

Perlu diketahui saham SDMU pada perdagangan Jumat (23/1) turun 2,74 persen ke level Rp108.

Dalam sepekan terakhir drop 18 persen dari harga Rp133 pada 19 Januari 2026.

Sebagai informasi, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) akan menempuh langkah restrukturisasi utang dengan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui konversi utang menjadi saham.

Aksi ini bertujuan memperbaiki likuiditas serta memperkuat struktur permodalan perseroan dengan menurunkan rasio utang dan beban keuangan. Dalam skema tersebut, SDMU akan menerbitkan 1,115 miliar saham baru seri B bernilai nominal Rp50 per saham yang seluruhnya diserap kreditur sekaligus pengendali perseroan, Tjoe Mien Sasminto.

Nilai utang yang dikonversi mencapai Rp61,35 miliar dengan harga pelaksanaan Rp55 per saham, lebih tinggi dari rata-rata harga saham SDMU di BEI selama 25 hari terakhir sebesar Rp42. Pasca-konversi, total liabilitas SDMU turun signifikan menjadi Rp48,33 miliar dari sebelumnya Rp109,68 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp82,54 miliar.

Rasio utang terhadap aset pun membaik dari 83,81 persen menjadi 36,93 persen, meski kepemilikan saham publik terdilusi hingga 49,56 persen.

Artikel Terkait

BEI Telisik Laporan Keuangan WIKA Kuartal I – 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wijaya Karya (WIKA) akhirnya buka suara terkait tekanan likuiditas dan sejumlah pos keuangan dalam laporan keuangan per 31 Maret 2026.

ANTM Gelar RUPST Juni, Ada Dividen & Perombakan Pengurus

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2026 pukul 14.00 WIB di Jakarta dan secara elektronik

Emiten Tommy Soeharto (HUMI) Tambah 2 Kapal Baru Senilai Rp38,3M

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melakukan penambahan armada melalui serah terima dua unit kapal SPHB dengan nilai perolehan mencapai Rp38,3 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru