TOBA Ungkap Obligasi Rp875M Dapat Rating A dari PEFINDO

TOBA Ungkap Obligasi Rp875M Dapat Rating A dari PEFINDO
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mempertahankan peringkat kredit A (single A) untuk seluruh tujuh seri obligasi yang diterbitkannya, dengan outlook stabil. Total nilai pokok obligasi yang tercatat dalam pemeringkatan tersebut mencapai Rp875 miliar,
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mempertahankan peringkat kredit A (single A) untuk seluruh tujuh seri obligasi yang diterbitkannya, dengan outlook stabil. Total nilai pokok obligasi yang tercatat dalam pemeringkatan tersebut mencapai Rp875 miliar, dengan jatuh tempo paling panjang hingga 2033.

Manajemen TOBA dalam laporan pemeringkatan pada Kamis (8/10) menyebut Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan hasilnya diterbitkan pada 7 Oktober 2026. Adapun periode pemeringkatan berlaku hingga Oktober 2027 untuk sebagian besar obligasi TOBA.

Obligasi yang memperoleh peringkat A tersebut terdiri dari Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 Seri B dengan nilai pokok Rp75 miliar dan jatuh tempo pada 3 Maret 2028.

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 terdiri dari Seri A senilai Rp20 miliar yang jatuh tempo pada 8 Juli 2028 dan Seri B sebesar Rp105 miliar dengan jatuh tempo pada 8 Juli 2030.

TOBA juga memiliki tiga seri obligasi dari penerbitan Tahap II Tahun 2026. Seri A memiliki nilai pokok Rp100 miliar dan jatuh tempo pada 22 Januari 2029, Seri B sebesar Rp175 miliar dengan jatuh tempo 22 Januari 2031, serta Seri C senilai Rp225 miliar yang jatuh tempo pada 22 Januari 2033.

Selain itu, terdapat Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp175 miliar dan tanggal jatuh tempo 13 Mei 2033.

Dengan demikian, seri obligasi terbesar dalam daftar tersebut adalah Tahap II Tahun 2026 Seri C senilai Rp225 miliar, disusul Tahap II Seri B dan Tahap III 2026 yang masing-masing bernilai Rp175 miliar.

PEFINDO memberikan outlook stabil untuk seluruh instrumen yang diperingkat. Hal ini menunjukkan bahwa hingga periode pemeringkatan, peringkat kredit obligasi tersebut diproyeksikan tetap berada pada level yang sama.