back to top

Tok! Frederica Pjs Ketua OJK, Jefrey Pjs Dirut BEI

Emitentfust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan usai pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner. OJK juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan kepercayaan investor.

Hal tersebut disampaikan Frederica Widyasari Dewi dalam konferensi pers, menyusul mundurnya Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner, Mirsa Aditya Suara sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner, serta Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon.

Frederica menjelaskan, Dewan Komisioner OJK telah menggelar rapat sejak pagi hingga sore hari dan mengambil keputusan sesuai dengan UU No.21 Tahun 2011 tentang OJK serta UU No.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

“Rapat Dewan Komisioner memutuskan mengangkat saya sebagai Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK,” ujar Frederica.

Ia menegaskan, tugasnya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen tetap dijalankan.

Selain itu, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon, yang tetap merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

“Tidak ada kekosongan jabatan. Seluruh kebijakan, program kerja, dan tugas OJK tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Frederica.

Reformasi Pasar Modal Dipercepat

Menanggapi gejolak pasar dan berbagai perhatian dari pemangku kepentingan, OJK menyatakan akan mempercepat reformasi pasar modal secara lebih holistik. Langkah tersebut mencakup:

Peningkatan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan

Penguatan literasi serta perlindungan investor, khususnya investor ritel

Penegakan hukum yang tegas dan konsisten terhadap manipulasi pasar.

Sementara itu Jeffrey Hendrikson sebagai perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus Plt Direktur Utama BEI menegaskan bahwa operasional dan proses pengambilan keputusan di pasar modal tetap berjalan normal menyusul pengunduran diri Direktur Utama BEI.

Perwakilan Direksi BEI Jeffrey Hendrikson menyampaikan bahwa manajemen telah menindaklanjuti pengunduran diri tersebut melalui mekanisme internal yang berlaku. Direksi BEI telah menggelar rapat dan menunjuk pejabat Direktur Utama, yang penunjukannya telah disetujui oleh Dewan Komisaris.

“Untuk itu, kami memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia akan berjalan secara normal. Demikian juga proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen BEI tidak akan terganggu sama sekali,” ujar Jeffrey dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, BEI menegaskan komitmennya untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia, tidak hanya dari sisi nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dari aspek transparansi dan tata kelola.

Seiring dengan perkembangan terakhir di pasar, BEI juga mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah indeks provider global. Masukan dan ekspektasi dari para penyedia indeks internasional tersebut telah ditampung dan akan segera direalisasikan.

“Kami sudah menampung apa yang diharapkan oleh indeks provider global dan seluruhnya akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin, demi memberikan kenyamanan serta perlindungan kepada investor global maupun domestik,” jelasnya

BEI pun menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, seraya menegaskan mandatnya untuk terus menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru