Tutup Akhir Pekan IHSG Terjun 0,90%, PGEO, ICBP, WIFI Rontok di LQ45
EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan mengakhiri perdagangan Jumat (25/9/2026) di zona merah. IHSG ditutup melemah 56,71 poin atau 0,90% ke level 6.241,89.
Pelemahan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini terjadi seiring dengan tekanan di seluruh indeks sektoral. Sektor Perindustrian menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni turun 2,52%.
Selanjutnya, sektor Infrastruktur melemah 2,22%, sedangkan sektor Transportasi dan Logistik terkoreksi 1,84%. Tekanan di berbagai sektor tersebut turut menyeret IHSG ke level 6.200-an.
Dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi saham hari ini mencapai 32,65 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,21 triliun.
Sebanyak 118 saham tercatat menguat, sementara 558 saham mengalami penurunan dan 117 saham lainnya bergerak stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan dominasi tekanan jual pada perdagangan hari ini.
Sejumlah saham justru mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menjadi salah satu penguat dengan kenaikan Rp510 atau 24,64% ke level Rp2.580 per saham. Selanjutnya, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp450 menjadi Rp25.500 dan ROCK menguat Rp195 menjadi Rp2.110 per saham.
Di sisi lain, saham PT DCII mengalami penurunan Rp3.000 ke level Rp198.000 per saham. Saham LIFE terkoreksi Rp1.125 menjadi Rp10.125, sedangkan ADES turun Rp900 ke level Rp34.000 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BNBR menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan dengan 33.524 kali transaksi dan nilai mencapai Rp141,5 miliar. Berikutnya BIPP tercatat sebanyak 31.278 kali transaksi senilai Rp62,1 miliar, sedangkan BUMI diperdagangkan sebanyak 28.947 kali dengan nilai transaksi Rp282 miliar.
Di jajaran saham LQ45, tekanan terbesar terjadi pada saham Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang turun 4,67%. Disusul Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan penurunan 4,66% dan Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang terkoreksi 4,43%.
Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu bertahan di zona hijau. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memimpin penguatan dengan kenaikan 1,95%, diikuti Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 1,80% dan Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 1,56%.
Dengan penutupan tersebut, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan dalam tekanan, dengan mayoritas saham dan seluruh indeks sektoral bergerak melemah.