back to top

Usai Jual 463 Juta Saham, Samuel Sekuritas Balik Borong BKSL

Emitentrust.com – PT Sentul City Tbk (BKSL) menyampaikan bahwa Samuel Sekuritas Indonesia melakukan serangkaian transaksi repo yang membuat kepemilikannya meningkat menjadi 9,48 miliar saham atau setara 5,65% dari total saham beredar.

Berdasarkan laporan kepemlikan tertanggal 19 Juni 2026 disebutkan bahwa Samuel Sekuritas Indonesia melakukan penjualan sebanyak 463.613.000 saham BKSL pada 15 Juni 2026 dengan harga Rp57 per saham dalam rangka pencairan repo.

Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sekitar Rp26,43 miliar. Namun dua hari kemudian, pada 17 Juni 2026, Samuel Sekuritas kembali melakukan pembelian sebanyak 527.235.500 saham BKSL dengan harga Rp65 per saham melalui mekanisme penempatan repo.

Nilai transaksi pembelian tersebut mencapai sekitar Rp34,27 miliar. Dengan demikian, total nilai transaksi repo yang dilaporkan mencapai sekitar Rp60,70 miliar.

Pasca transaksi, jumlah kepemilikan saham Samuel Sekuritas Indonesia meningkat dari 9.415.362.100 saham atau 5,61% menjadi 9.478.984.600 saham atau 5,65% dari total saham BKSL.

Dalam keterbukaan informasi tersebut disebutkan bahwa transaksi dilakukan untuk kepentingan repo, yakni pencairan repo dan penempatan repo, serta tidak mengubah status pengendalian atas Perseroan. Samuel Sekuritas Indonesia juga menegaskan tidak bertindak sebagai pihak pengendali Sentul City.

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Ditutup Hijau, BBCA Tampil Perkasa!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Jumat (19/6/2026) di zona hijau meski hanya naik tipis 4,80 poin atau 0,08% ke level 6.177,139.

ASSA Bagi Dividen Rp110M, Catat Jadwal Cum Date-nya

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) emiten milik TP Rachmat akan membagikan dividen tunai sebesar Rp110,73 miliar atau Rp30 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

MUTU Gelar Private Placement 314 Juta Saham, Pemilik Terdilusi 9,09%

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement

Populer 7 Hari

Berita Terbaru