back to top

Waskita Karya (WSKT) Rugi Rp778M di Kuartal I 2026

Emitentrist.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026 meski masih berada dalam tekanan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp778,85 miliar hingga 31 Maret 2026, menyempit 42,9% dibandingkan rugi bersih Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan interim, pendapatan usaha Waskita Karya melonjak 54,9% menjadi Rp2,09 triliun dari Rp1,35 triliun pada kuartal I-2025. Namun, beban pokok pendapatan juga naik signifikan 74,9% menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,09 triliun.

Kondisi tersebut menekan laba bruto yang turun 31,4% menjadi Rp175,06 miliar dari Rp255,29 miliar. Di sisi operasional, beban umum dan administrasi turun tipis 0,9% menjadi Rp368,64 miliar, sementara beban penjualan turun 14,4% menjadi Rp28,77 miliar.

Perseroan juga mencatat lonjakan pendapatan lain-lain bersih menjadi Rp410,91 miliar, berbalik dari rugi Rp297,58 miliar pada periode sebelumnya. Hal ini mendorong laba sebelum beban keuangan berbalik positif menjadi Rp245,97 miliar dari rugi Rp335,01 miliar.

Namun, tingginya beban keuangan yang masih mencapai Rp895,27 miliar (turun tipis 0,7%) serta rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp126,01 miliar (naik 2,5%) membuat rugi sebelum pajak tercatat Rp775,31 miliar, menyempit 43,0% dari Rp1,35 triliun.

Dari sisi neraca, total aset Waskita Karya tercatat sebesar Rp68,89 triliun per 31 Maret 2026, turun 2,6% dibandingkan Rp70,73 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya aset lancar.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp65,94 triliun, turun 1,7% dari Rp67,06 triliun. Adapun ekuitas perseroan mengalami penurunan signifikan 19,9% menjadi Rp2,94 triliun dari Rp3,67 triliun.

Di sisi arus kas, kas dan setara kas turun 30,7% menjadi Rp3,05 triliun dari Rp4,40 triliun pada awal periode, mencerminkan masih tingginya tekanan likuiditas di tengah beban keuangan yang besar.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru