back to top

WIKA Beton (WTON) Jadi Sorotan! Saham Melonjak Jelang RUPST

Emitentrust.com – Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat lonjakan volume transaksi yang signifikan di tengah ekspektasi pemulihan sektor konstruksi dan infrastruktur nasional.

Pada perdagangan Kamis (7/5/2026), saham WTON naik 1,12 persen ke level Rp90. Dalam sebulan terakhir, saham emiten beton pracetak pelat merah ini telah menguat sekitar 7,14% dari posisi Rp84 pada 7 April 2026.

Lonjakan minat investor sebenarnya mulai terlihat sejak perdagangan 4 Mei 2026. Saat itu, volume transaksi saham WTON melonjak hingga mencapai 143,77 juta saham, jauh di atas rata-rata perdagangan harian sebelumnya. Harga saham sempat bergerak ke level Rp99 sebelum akhirnya ditutup di Rp89.

Pergerakan tidak biasa tersebut langsung menarik perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, manajemen WTON menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi keputusan investasi investor maupun pergerakan harga saham Perseroan.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham dan belum memiliki rencana aksi korporasi material dalam waktu dekat, selain pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei 2026.

Sebagai salah satu produsen beton pracetak terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, WTON selama ini dikenal sebagai emiten yang erat kaitannya dengan proyek infrastruktur nasional. Perusahaan yang berdiri sejak 1997 itu menjadi pemasok utama beton pracetak untuk berbagai proyek jalan tol, transportasi massal, hingga konstruksi berskala besar.

Meski demikian, kinerja kuartal I-2026 masih menghadapi tekanan. Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp677 miliar atau turun 22,3% secara tahunan. Laba bersih juga relatif tipis di level Rp1,5 miliar.

Kendati demikian, pasar tampaknya mulai mengantisipasi peluang pemulihan ke depan. Investor menilai WTON masih memiliki fondasi yang cukup kuat dengan total aset mencapai Rp6,29 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,68 triliun.

Pelaku pasar kini menanti kemampuan Perseroan dalam menjaga efisiensi, memperbaiki margin, dan mengamankan proyek-proyek baru di tengah potensi bergairahnya kembali sektor infrastruktur sepanjang 2026.

Artikel Terkait

Win&Co (COCO) Akuisisi Momogi Group, Bidik Pasar Indonesia dan Vietnam

Emiten makanan dan minuman PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau Win&Co Group resmi menandatangani Conditional Share Purchase Agreement (CSPA)

RAAM Tak Bagi Dividen! Rights Issue 1,36 miliar Saham Disetujui

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 setelah perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp34 miliar.

CNKO Dikuasai Publik 54,4%, Investor Asal Singapura Pemilik Akhir

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) melaporkan posisi saham free float perseroan mencapai 54,41% hingga akhir April 2026 atau setara dengan sekitar 4,87 miliar saham dari total saham tercatat sebanyak 8,95 miliar

Populer 7 Hari

Berita Terbaru