back to top

WIKA Resmi Umumkan Lalai Bayar Obligasi & Sukuk

Emitentrust.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) emiten BUMN konstruksi ini resmi menyatakan lalai (default) dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi dan bagi hasil sukuk.

Dalam keterbukaan informasi 10 Januari 2026 Mahendra Vijaya Corporate Secretary WIKA menyebutkan bahwa kelalaian pembayaran surat utang tersebut telah diberitahukan dalam surat kabar di Harian terbit pada 9 Januari 2026.

WIKA merinci, Kelalaian pertama terjadi pada Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021.

WIKA tidak membayar Pendapatan Bagi Hasil ke-19 untuk Seri A, B, dan C yang jatuh tempo pada 3 Desember 2025.

Tak berhenti di situ, WIKA juga lalai membayar Bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 untuk Seri B dan C yang jatuh tempo 8 Desember 2025.

Kelalaian ini kembali diperkuat dengan kegagalan pembayaran Bunga ke-19 Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap II Tahun 2021 Seri A, B, dan C dengan tanggal jatuh tempo yang sama, yakni 3 Desember 2025.

Kemudian tak memenuhi kewajiban Pendapatan Bagi Hasil ke-17 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2021 Seri B dan C yang jatuh tempo 8 Desember 2025.

Seperti diketahui Total keempat surat utang tersebut nilainya mencapai sekitar Rp5,5 triliun dan bertindak sebagai wali amanat Bank Mega Tbk (MEGA)

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru