Emitentrust.com – PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) pada 30 April 2026. Dalam agenda tersebut, perseroan tidak menetapkan pembagian dividen, melainkan lebih fokus pada persetujuan laporan keuangan serta agenda korporasi lainnya.
Berdasarkan risalah resmi, RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 354,33 juta saham atau sekitar 55,22% dari total saham dengan hak suara sah.
Dalam agenda utama, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku 2024 yang telah diaudit dengan opini wajar dengan pengecualian. Perseroan juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja sepanjang tahun tersebut.
Selain itu, RUPS menyetujui total remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris sebesar Rp3,03 miliar (sebelum pajak) hingga akhir tahun buku 2024.
Pemegang saham juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2025, termasuk menentukan honorarium dan persyaratan lainnya.
Sebagai informasi PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) sepanjang tahun 2025 membukukan rugi bersih sebesar Rp 362,0 miliar. Kerugian meningkat bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang mencetak kerugian sebesar Rp 111,2 miliar.
Pada agenda lainnya, RUPS turut menyetujui permohonan dispensasi atas keterlambatan penyelenggaraan RUPS Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024.
Pada perdagangan hari ini (4/5) saham RICY turun 2,11% ke level Rp93.


