Emitentrust.com – PT Blue Bird Tbk (BIRD) pada kuartal I-2026 membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,45 triliun, tumbuh sekitar 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,30 triliun.
Namun, di tengah kenaikan pendapatan tersebut, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru turun sekitar 6% menjadi Rp155,48 miliar dari Rp165,39 miliar pada kuartal I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan, laba bruto tercatat meningkat menjadi Rp444,71 miliar dari Rp426,69 miliar. Akan tetapi, lonjakan beban usaha menjadi Rp292,75 miliar dari Rp258,50 miliar menekan kinerja operasional, sehingga laba usaha turun menjadi Rp151,95 miliar dari Rp168,19 miliar.
Sejalan dengan itu, laba sebelum pajak juga terkoreksi menjadi Rp200,66 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp212,41 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp9,87 triliun per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp9,65 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas juga naik menjadi Rp3,39 triliun dari Rp3,32 triliun.


