back to top

GGRP di Q1-2026, Raup Laba USD1,26 Juta Setelah Merugi

Emitentrust.com – PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) berhasil membalikkan kinerja dengan mencatat laba bersih sebesar USD 1,27 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan rugi bersih USD 5,05 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, penjualan bersih Perseroan juga tumbuh menjadi USD 46,25 juta dari sebelumnya USD 43,52 juta, atau meningkat sekitar 6,3% secara tahunan (year-on-year).

Perbaikan kinerja ini ditopang oleh lonjakan laba bruto yang berbalik positif menjadi USD 4,00 juta dari sebelumnya rugi bruto USD 1,68 juta. Kondisi tersebut mencerminkan perbaikan efisiensi operasional serta pengendalian beban pokok penjualan.

Meski demikian, Perseroan masih mencatat sejumlah tekanan dari sisi biaya, termasuk beban umum dan administrasi sebesar USD 2,73 juta serta biaya keuangan USD 1,42 juta. Namun, tambahan pendapatan lain-lain sebesar USD 1,41 juta membantu menopang kinerja hingga mencatat laba sebelum pajak USD 1,25 juta.

Dari sisi neraca, total liabilitas GRP melonjak menjadi USD 119,06 juta per 31 Maret 2026, dibandingkan USD 71,13 juta pada akhir 2025, terutama akibat kenaikan signifikan liabilitas sewa jangka panjang. Sementara itu, total ekuitas tercatat relatif stabil di level USD 654,83 juta.

Di sisi arus kas, Perseroan masih mencatat arus kas operasi negatif sebesar USD 8,43 juta, meski lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Kas dan setara kas turun menjadi USD 54,52 juta dari USD 70,75 juta pada awal tahun.

Manajemen juga mencatat adanya pelepasan entitas anak pada Maret 2026 yang turut memengaruhi struktur keuangan dan kinerja Perseroan.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru