Emtrus – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) menandatangani perubahan perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk selaku agen pada 12 Desember 2025. Perubahan ini merupakan amandemen atas perjanjian fasilitas pinjaman yang sebelumnya ditandatangani pada 8 Maret 2022.
Corporate Secretary CENT, Ardityo Budi Susetiatmo, dalam keterangan tertulisnya Selasa (16/12), menyampaikan bahwa amandemen perjanjian tersebut turut melibatkan anak usaha CENT, yakni PT Centratama Menara Indonesia (CMI), PT Network Quality Indonesia (NQI), dan PT MAC Sarana Djaya (MSD).
Adapun kreditur dalam fasilitas pinjaman ini terdiri dari sejumlah lembaga keuangan internasional dan domestik, antara lain CIMB Bank Berhad, DBS Bank Ltd., ING Bank N.V. Singapore Branch, Natixis Singapore Branch, serta Oversea-Chinese Banking Corporation Limited. Selain itu, turut terlibat PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk yang juga bertindak sebagai agen dan agen jaminan.
Sementara itu, kelompok Kreditur Fasilitas Senior mencakup PT Bank CTBC Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, MUFG Bank Ltd. Jakarta Branch, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, serta PT Bank Digital BCA.
Ardityo menjelaskan, perubahan dalam amandemen perjanjian fasilitas tersebut mencakup transisi suku bunga acuan pinjaman Rupiah dari Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) ke Risk Free Rate (RFR) IndONIA. Amandemen ini berlaku efektif sejak 12 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak berdampak negatif secara material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha CENT. Selain itu, tidak terdapat perubahan pada struktur fasilitas, komitmen, covenant, maupun jaminan.
“Secara substansi, amandemen ini hanya bersifat penyesuaian benchmark dan technical adjustments untuk memastikan seluruh fasilitas kredit Rupiah CENT sejalan dengan arahan Bank Indonesia serta standar benchmark global,” ujar Ardityo.
CENT, PT Bank CTBC Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, BMRI, MUFG Bank Ltd


