back to top

Emiten Asuhan Hermanto Tanoko (MERI) Putuskan Tahan Seluruh Laba 2025

Emitentrust.com – PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) emiten asuhan Hermanto Tanoko memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Seluruh laba bersih perseroan akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat modal kerja.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Mei 2026 dan dihadiri pemegang saham yang mewakili 800,11 juta saham atau 77,3% dari total saham dengan hak suara yang sah.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, seluruh pemegang saham yang hadir menyetujui usulan manajemen untuk menahan laba dan mengalokasikannya bagi ekspansi bisnis serta penguatan operasional perseroan.

Selain menyetujui penggunaan laba, pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Audit tahun buku 2025 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Pada agenda lainnya, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra sebagai auditor laporan keuangan tahun buku 2026.

Salah satu keputusan penting dalam RUPS adalah perubahan susunan Direksi untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Pemegang saham menyetujui pemberhentian seluruh anggota Direksi sebelumnya dan mengangkat susunan Direksi baru yang terdiri dari:

Sri Muliati sebagai Direktur Utama
Alva Christopher Tjenderasa sebagai Direktur
Budi Agusti sebagai Direktur
Khezia Stevi Liana sebagai Direktur
Risna Tri Muharommah sebagai Direktur
Seluruh direksi baru akan menjabat hingga 26 Mei 2031.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan, dengan Merry Riana tetap menjabat sebagai Komisaris Utama didampingi Yoel Alex Santoso dan Mohammad Raylan.

Untuk penyertaan modal ke PT Merry Riana Edukasi Delapan, dana yang telah terealisasi mencapai Rp1,60 miliar dengan sisa dana sekitar Rp16,24 miliar yang akan digunakan untuk biaya sewa, pemasaran, SDM, perlengkapan dan utilitas pada periode berikutnya.

Sementara penyertaan modal ke PT Merry Riana Akademi Tujuh telah terealisasi Rp2,35 miliar dengan sisa dana sekitar Rp7,25 miliar yang akan digunakan untuk biaya venue, pemasaran dan perlengkapan.

Dengan demikian, total dana IPO yang masih tersisa untuk direalisasikan mencapai sekitar Rp23,49 miliar.

Selain itu, dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar yang mempertegas kewenangan Direksi dalam melakukan pinjaman, investasi, penjualan aset maupun pemberian jaminan dengan persetujuan tertulis Dewan Komisaris.

Artikel Terkait

Begini Kata Penilai Soal Transaksi Afiliasi SMKM Rp30M

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperoleh pendapat kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot Dollar & Raymond terkait rencana pemberian pinjaman kepada perusahaan afiliasi, Panasia Aquaculture Pte. Ltd..

HDFA Setujui Penjaminan Aset dan Tak Ada Dividen

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

GUNA Tetapkan Dividen Rp7,46 per Lembar, Cum 9 Juni

PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) memutuskan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp7,46 per saham dari laba tahun buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru