PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan klarifikasi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas harga dan aktivitas transaksi saham Perseroan yang terjadi pada periode 22–23 Desember 2025.
Pada perdagangan Senin (29/12), saham INCO melemah 0,50% ke level Rp5.025 per saham. Meski demikian, secara mingguan saham INCO masih mencatat kenaikan 14,45% dibandingkan posisi Rp4.360 pada 19 Desember 2025. Bahkan dalam sebulan terakhir, saham INCO telah melesat 30,6% dari level Rp3.820 pada awal Desember 2025.
Sekretaris Perusahaan INCO, Anggun Kara Nataya, Perseroan merespons Surat BEI Nomor S-14559/BEI.PP3/12-2025 tertanggal 24 Desember 2025 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek.
Anggun menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal. Seluruh informasi material yang diketahui Perseroan, sesuai dengan ketentuan POJK No. 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan BEI Nomor I-E, telah disampaikan melalui sistem SPE-IDXnet.
Selain itu, Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya kejadian penting lain yang bersifat material serta belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan.
Terkait rencana korporasi, INCO menegaskan bahwa tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana yang dapat berdampak pada pencatatan saham di Bursa. Fokus Perseroan saat ini adalah menjalankan kegiatan produksi serta merealisasikan pengembangan proyek tambang.
Sementara itu, manajemen juga menyampaikan bahwa pemegang saham utama tidak berencana melakukan perubahan kepemilikan saham, baik penambahan maupun pengurangan, dalam waktu dekat. Pemegang saham utama saat ini berfokus memberikan dukungan kepada anak usaha, termasuk INCO, untuk mencapai target operasional dan keuangan.


