back to top

NAYZ Ungkap Ganti Bisnis ke Telekomunikasi dan Teknologi

Emitentrust.com – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengonfirmasi bahwa bisnis makanan bayi yang selama ini menjadi kegiatan usaha utama Perseroan akan dihentikan setelah proses pengambilalihan dan inbreng perusahaan milik Sako Consultancy Pte Ltd (Sako) selesai dilaksanakan.

Penegasan tersebut disampaikan Perseroan dalam tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permintaan penjelasan terkait rencana pengambilalihan Perseroan oleh PT Asia Intramvesta dan Sako Consultancy Pte Ltd.

Dalam surat penjelasannya, NAYZ mengungkapkan bahwa selama masa transisi, bisnis makanan bayi tetap akan dijalankan untuk menjaga keberlangsungan pendapatan Perseroan. Namun setelah proses inbreng perusahaan selesai, Perseroan akan mengubah kegiatan usaha ke sektor telekomunikasi dan teknologi.

Dengan demikian, bisnis makanan bayi yang selama ini menjadi identitas utama NAYZ tidak akan lagi dilanjutkan setelah transformasi usaha tersebut terealisasi.

Manajemen NAYZ pada Selasa (2/6) menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan pendapatan selama masa transisi. Perseroan juga akan menunjuk penilai independen guna menyusun studi kelayakan (feasibility study) sebelum melakukan perubahan kegiatan usaha secara resmi.

Rencana perubahan bisnis ini menjadi perhatian BEI mengingat transformasi yang dilakukan tergolong sangat signifikan. Bursa bahkan meminta Perseroan memberikan penjelasan lebih rinci agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan investor terkait arah bisnis setelah pengambilalihan.

Selain perubahan model bisnis, NAYZ juga mengungkapkan rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan. Perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham atas Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dana hasil aksi korporasi tersebut direncanakan digunakan untuk memasukkan (inbreng) perusahaan yang ditunjuk oleh Sako ke dalam Perseroan sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju sektor telekomunikasi dan teknologi.

Dalam tanggapan lainnya, Perseroan juga menjawab kekhawatiran investor terkait rencana divestasi aset yang sebelumnya diperoleh menggunakan dana hasil penawaran umum. Manajemen memastikan bahwa setiap penjualan aset akan dilakukan berdasarkan nilai pasar yang wajar dan tidak lebih rendah dari nilai buku.

Perseroan menyatakan akan menjaga kepentingan seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, dalam setiap transaksi yang akan dilakukan.

Artikel Terkait

TRIN Raup Rp1,57M, Lepas 2,6 Juta Saham Treasuri di Pasar

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

MTLA Jadwalkan Pembayaran Dividen Rp74,25M

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, total dividen yang dibagikan mencapai Rp74.254.725.401 atau setara Rp9,7 per saham.

Pengadilan Singapura Perpanjang Moratorium MDLN hingga Agustus 2026

Modernland Realty Tbk (MDLN) mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses restrukturisasi utang melalui anak usahanya, Modernland Overseas Pte. Ltd. (MLO). Perseroan mengungkapkan bahwa permohonan moratorium

Populer 7 Hari

Berita Terbaru