back to top

BABY Beber Rencana Akuisisi dan Rights Issue

EmTrust – Emiten ritel perlengkapan bayi dan anak, PT Multitrend Indo Tbk (BABY), bersiap melakukan langkah ekspansi agresif di awal 2026.

BABY berencana mengambil alih seluruh atau sebagian besar saham PT Emway Globalindo, sebuah aksi strategis yang berpotensi mengubah peta bisnis grup BABY ke depan.

Rencana akuisisi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPSI) serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026.

Berdasarkan surat pemanggilan rapat tertanggal 2 Januari 2026, pengambilalihan Emway Globalindo akan dilakukan melalui mekanisme penyetoran modal dalam bentuk lain selain uang (inbreng).

Dalam skema ini, saham Emway Globalindo akan disetorkan oleh Blooming Years Pte. Ltd. (BY)—yang merupakan pemegang saham BABY—ke dalam modal Perseroan.

Karena melibatkan pihak terafiliasi, transaksi tersebut wajib memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen dalam forum RUPSLB. Manajemen menilai aksi korporasi ini berpotensi menciptakan sinergi bisnis dan memperkuat posisi BABY dalam ekosistem ritel produk ibu dan anak.

Tak hanya itu, BABY juga mengagendakan RUPSLB untuk meminta restu pemegang saham atas rencana penambahan modal melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang Perseroan.

Pada perdagangan hari ini Jumat (2/1) saham BABY terbang 6,3 persen ke harga Rp334 per saham. Dalam sebulan terakhir BABY melonjak 15,9 persen dari harga Rp288 pada 2 Desermber 2025.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru