back to top

Proses Pembangunan Rampung, Adhi Karya (ADHI) Pastikan 600 unit Huntara Danantara Siap Huni

EmTrust – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan telah merampungkan penugasan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terkait pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para korban bencana Sumatera.

Proses pembangunan 600 unit Huntara tersebut dilakukan pihak ADHI secara maraton dan berhasil diselesaikan hanya dalam tempo enam hari pengerjaan saja.

“Meski ada percepatan pembangunan, kami pastikan semua sudah rampung dan dijamin siap huni. Kami kerjakan nonstop selama enam hari penuh dengan mengerahkan seluruh pekerja, peralatan, serta didukung oleh para engineer ADHI yg berpengalaman di lapangan,” ujar Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zain Chaniago, dalam keterangan resminya, Kamis (1/1/2026).

Menurut Moeharmein, kesiapan huni seluruh huntara tersebut telah ditinjau secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan perlindungan, pemulihan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Pembangunan huntara ini sendiri merupakan inisiatif konkret dari Danantara dalam mendukung pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara terkoordinasi melalui kolaborasi lintas pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan secara aman dan nyaman, dengan fokus pada kualitas hunian serta keberlanjutan proses pemulihan.

“Dalam kondisi darurat, kecepatan menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, Adhi Karya menjalankan mandat negara dengan bekerja cepat, tepat, dan bertanggung jawab,” ujar Moeharmein.

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I telah berhasil diselesaikan dengan baik dan sesuai harapan. Selanjutnya, Moeharmein memastikan bahwa pihaknya bakal segera melanjutnya proses untuk pembangunan tahap selanjutnya.

Percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara dilaksanakan oleh Adhi Karya dengan sistem kerja 24 jam 3 shift, dan menggunakan tenaga terampil serta merekrut tenaga lokal Aceh di sekitar lokasi pembangunan.

“Melalui kolaborasi antara Danantara, Adhi Karya, dan BUMN, huntara di Aceh Tamiang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus
menjadi jembatan menuju hunian permanen serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap,” ujar Moeharmein.

(tantra deepa rastafari)

Artikel Terkait

IHSG Akhir Pekan Cerah! Saham-Saham Big Caps Bersinar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin atau 2,28% ke 5.875,78 pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).

BEI Cabut Status Saham Terkonsentrasi Tinggi LUCY

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengumumkan bahwa PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) tidak lagi masuk dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

WIKA Beton (WTON) Pasok Material Proyek Pelindo Rp153M

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengantongi proyek senilai Rp153 miliar untuk memasok beton pracetak dan ready mix pada pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru