back to top

IHSG Ambruk ke Level 6.396 di Sesi I, Seluruh Sektor Berguguran

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama, Selasa (19/5/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal transaksi. Hingga penutupan sesi I, IHSG ambruk 3,08% atau terpangkas 202,97 poin ke level 6.396,26.

Tekanan jual terjadi merata di seluruh indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor barang baku menjadi penekan terdalam dengan koreksi 7,26%, diikuti sektor energi 6,47%, transportasi 5,94%, serta infrastruktur 3,91%.

Selain itu, sektor perindustrian melemah 3,43%, barang konsumer non primer turun 2,60%, barang konsumer primer terkoreksi 2,49%, dan sektor properti serta real estate melemah 2,23%.

Adapun sektor keuangan ikut turun 1,47%, teknologi terkoreksi 0,65%, sementara sektor kesehatan melemah paling tipis sebesar 0,43%.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 26,96 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,13 triliun. Sebanyak 611 saham berada di zona merah, hanya 96 saham menguat dan 107 saham stagnan.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Saham KONI melonjak Rp420 menjadi Rp3.310 per saham, BRAM naik Rp350 menjadi Rp4.880 per saham, serta SRAJ menguat Rp325 menjadi Rp13.025 per saham.

Sebaliknya, saham-saham big caps menjadi pemberat utama pasar. ITMG anjlok Rp1.200 menjadi Rp23.750 per saham, SINI turun Rp1.100 menjadi Rp10.125 per saham, dan AADI melemah Rp875 menjadi Rp8.075 per saham.

Untuk saham teraktif, BUMI menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 85.771 kali senilai Rp1,05 triliun. Disusul WBSA sebanyak 77.839 kali transaksi senilai Rp185 miliar dan BNBR sebanyak 62.339 kali senilai Rp32 miliar.

Di jajaran saham LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top losers setelah ambles 12,00% ke Rp660 per saham. Disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 11,96% ke Rp4.710 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 11,36% ke Rp390 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang masih bertahan di zona hijau pada indeks LQ45 dipimpin PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang naik 2,12% ke Rp1.445 per saham. Kemudian PT Indosat Tbk (ISAT) menguat 1,30% ke Rp2.330 dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 0,79% ke Rp1.280 per saham.

Artikel Terkait

FOLK Dilego 53,5 Juta Saham Harga Diskon, Ada Apa?

PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) menyampaikan bahwa Sumber Garam Pratama selaku Pemegang saham , melakukan divestasi sebanyak 53,56 juta saham pada 13 Mei 2026.

GGRP Jadwalkan Dividen Rp339M, Cum 25 Mei 2026

PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp28 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

HYGN Bagikan 38% Laba 2025 Jadi Dividen, Segini Nilainya

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp3 per saham kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru