Emitentrust.com – PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) memberikan penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait laporan keuangan per 30 September 2025 yang masih dibayangi piutang macet jumbo, utang menumpuk, hingga defisit ekuitas triliunan rupiah.
Gideon Tampubolon Corporate Secretary MTFN dalam jawaban surat BEI No. S-14573/BEI.PP2/12-2025, menjelaskan kondisi keuangan yang masih dibayangi piutang macet jumbo, utang menumpuk, hingga defisit ekuitas triliunan rupiah.
BEI menyorot piutang usaha pihak ketiga yang melonjak menjadi Rp46,82 miliar, di mana Rp45,45 miliar atau 100% telah jatuh tempo lebih dari 9 bulan dan hingga kini belum tertagih.
Tak berhenti di situ, tekanan makin terasa pada pos piutang lain-lain pihak berelasi yang membengkak hingga Rp915,17 miliar, dengan Rp513,45 miliar telah dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai.
Mayoritas piutang tersebut berasal dari entitas yang sudah tidak aktif secara operasional, termasuk PT Finanza Investama, Pearl Shine International Ltd, dan PT Indelberg Indonesia Perkasa.
Di sisi liabilitas, utang usaha Capitalinc mencapai Rp512,05 miliar, dengan Rp439,39 miliar atau 100% telah jatuh tempo lebih dari 91 hari. Perseroan juga mengonfirmasi masih melakukan negosiasi pembayaran dengan PT Lapindo Brantas, meski menyatakan belum ada gugatan hukum yang berjalan.
Lebih mengkhawatirkan, laporan BEI juga menyoroti kondisi kelangsungan usaha. Hingga September 2025, Capitalinc mencatat defisit saldo laba sebesar Rp5,33 triliun dan defisit modal kerja Rp321,2 miliar.
Meski demikian, manajemen tetap optimistis dan menargetkan laba bersih tahunan baru bisa dicapai secara berkelanjutan dalam 3–5 tahun ke depan, seiring pengembangan bisnis hilir migas, diversifikasi usaha nonmigas, serta masuknya mitra strategis.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa sejumlah entitas anak dengan aset bersih negatif telah masuk kategori tersedia untuk dijual, dengan total aset bersih negatif mencapai sekitar Rp201 miliar. Namun hingga kini, transaksi penjualan masih tertutup klausul kerahasiaan dan belum terealisasi penuh.
Meski tekanan finansial masih berat, manajemen Capitalinc menegaskan belum terdapat PKPU, tuntutan hukum, maupun pemeriksaan pajak yang sedang berlangsung. Namun pasar tetap menanti realisasi nyata dari rencana pemulihan yang telah dijanjikan manajemen.
Pada perdagangan Rabu (7/1), saham MTFN naik 8,33 persen ke level Rp26. Dalam sepekan naik 44,4 persen dari harga Rp18 pada 30 Desember 2025.
Dalam sebulan naik 36,8 persen dari harga Rp19 pada 8 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 550 persen dari harga Rp4 pada 7 Juli 2025.


