Emitentrust.com – Emiten pelayaran PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) memberikan klarifikasi resmi terkait isu akuisisi. Hal itu disampaikan sebagai tanggapan atas surat Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-00164/BEI.PP3/01-2026.
Cynthia Sunarko Direktur Utama NELY Dalam keterangannya menegaskan bahwa hingga tanggal penyampaian keterbukaan informasi, perseroan tidak memiliki kesepakatan, perjanjian, maupun keputusan apa pun yang berkaitan dengan rencana akuisisi oleh pihak mana pun.
” Kabar akuisisi yang sempat beredar dinyatakan tidak berdasar, ” tulis Cynthia Kamis (8/1).
Cynthia juga menekankan bahwa informasi mengenai adanya rencana akuisisi tersebut tidak didukung oleh fakta ataupun dokumen resmi perusahaan. Manajemen memastikan bahwa tidak ada langkah korporasi material yang disembunyikan dari publik terkait isu tersebut.
Meski demikian, perseroan mengakui bahwa saat ini memang tengah melakukan penjajakan sejumlah peluang kerja sama strategis (strategic partnership) dengan beberapa pihak. Penjajakan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang perseroan.
Namun, manajemen menegaskan bahwa seluruh pembicaraan terkait potensi kerja sama strategis tersebut masih berada pada tahap awal, bersifat non-binding, serta belum menghasilkan kesepakatan, komitmen, maupun keputusan material sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Peraturan Bursa Efek Indonesia.
Direktur Utama PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk, Cynthia Sunarko, menyatakan bahwa perseroan akan tetap menjunjung tinggi prinsip keterbukaan informasi.
Apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang memenuhi kriteria informasi atau fakta material, perseroan berkomitmen untuk segera menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai informasi, Saham PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) dikabarkan bakal diambilalih senilai Rp2 triliun. Calon pembeli saham NELY merupakan emiten lain yang terdaftar di BEI dan tengah menyiapkan transaksi senilai setara valuasi market cap sekitar Rp2 triliun, angka yang sekitar dua kali lipat dari kapitalisasi pasar NELY saat ini yang berada di kisaran Rp1,09 triliun.
Transaksi tersebut diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama 2026, dan bisa berujung pada perubahan pengendali perusahaan, yang secara otomatis memicu mekanisme tender wajib bagi pemegang saham minoritas.
Pada perdagangan Kamis (8/1), saham NELY turun 2,97 persen ke level Rp490. Saham NELY Dalam sepekan terkahir naik 20 persen dari harga Rp466 pada 30 Desember 2025. Dalam sebulan naik 33,1 persen dari harga Rp368 pada 8 Desember 2025.


