back to top

Pengendali ISSP Rajin Borong Saham Harga Pasar, Ada Apa?

Emitentrust.com- PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) menyampaikan bahwa PT Cakra Bhakti Para Putra selaku pemegang saham pengendali telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 8 Januari 2026.

Manajemen ISSP dalam keterangan tertulisnya Jumat (9/1) menyampaikan bahwa PT Cakra Bhakti Para Putra telah membeli sebanyak 1.582.000 lembar saham di harga Rp448 per saham.

Sebelumnya PT Cakra Bhakti Para Putra telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada 30 Desember 2025 dengan membeli 1.239.100 lembar saham ISSP di harga Rp424 per saham.

Tak hanya itu, sebelumnya lagi pengendali juga sempat melakukan aksi serupa dengan membeli 200.000 lembar saham ISSP di harga Rp434 per saham pada 24 Desember 2025.

“Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,”tuturnya.

Pasca pembelian maka kepemilikan saham PT Cakra Bhakti Para Putra di ISSP bertambah menjadi 4.141.588.630 lembar saham setara dengan 57,63% dibandingkan sebelumnya sebanyak 4.140.006.630 lembar saham setara dengan 57,61%.

Pada perdagangan hari ini Senin (12/1) saham ISSP naik 0,45 persen ke level Rp446 per lembar.

Dalam sepekan terakhir naik 0,9 persen dari harga Rp442 pada 5 Januari 2026. Dalam enam bulan terbang 35 persen dari harga Rp330 pada 14 Juli 2025.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru