Emitentrust.com – Emiten alat berat andalan Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR), kembali bikin pasar panas. Perseroan resmi melanjutkan aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai yang tak main-main, yakni mencapai Rp2 triliun.
Langkah agresif ini diumumkan melalui keterbukaan informasi dan menjadi salah satu aksi buyback terbesar UNTR dalam beberapa tahun terakhir. Dana jumbo tersebut akan digunakan untuk menyerap saham UNTR yang beredar di publik, sebuah sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan.
Buyback saham ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 22 Januari 2026 hingga 15 April 2026. Perlu dicatat, nilai Rp2 triliun tersebut belum termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya administrasi lainnya yang timbul selama pelaksanaan transaksi.
Yang menarik perhatian investor, sumber dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. UNTR memastikan tidak akan menggunakan pinjaman bank maupun dana hasil penawaran umum, menegaskan posisi likuiditas perseroan yang solid.
Manajemen UNTR menegaskan, aksi buyback ini tidak akan mengganggu kinerja bisnis. Dengan arus kas dan struktur permodalan yang kuat, perseroan tetap mampu membiayai kegiatan operasional serta ekspansi usaha.
“Perseroan berkeyakinan pelaksanaan buyback tidak akan memberi dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan. Saat ini, perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham sekaligus mendanai kegiatan operasional usaha,” tulis manajemen.
Pada perdagangan hari ini Kamis (22/1) saham UNTR naik 1,1 persen ke leve Rp27.500.


