back to top

PTMP Ungkap Transaksi Baru Rp279M

Emitentrust.com – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) resmi mengumumkan rencana transaksi material jumbo yang mencakup divestasi saham anak usaha, pembelian aset tetap, serta pengambilalihan aktiva dan kewajiban, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp279 miliar.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 23 Januari 2026, PACK menyampaikan akan menjual dan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Master Print Tbk (PTMR) kepada Deep Source Pte. Ltd., dengan nilai nominal Rp141,36 miliar. Jumlah saham yang dilepas mencapai 1,46 miliar lembar atau setara 76,42% dari modal ditempatkan dan disetor PTMR.

Aksi divestasi tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham bersyarat yang ditandatangani pada 11 November 2025, dan telah diperbarui melalui adendum pada 22 Januari 2026.

Tak berhenti di situ, PACK juga akan membeli aset tetap milik Ardi Kusuma dengan nilai Rp37,43 miliar, serta mengambil alih aktiva dan kewajiban PTMR senilai Rp102,18 miliar. Kedua transaksi terakhir ini dituangkan dalam Perjanjian Induk tertanggal 23 Januari 2026.

Manajemen menegaskan bahwa ketiga transaksi tersebut merupakan transaksi material sesuai POJK 17/2020, sementara pembelian aset tetap serta aktiva dan kewajiban juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi berdasarkan POJK 42/2020, namun tidak mengandung benturan kepentingan.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BUMI) Siap Panen! Tambang Emas Wolfram Melaju Lebih Cepat

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mencatatkan kemajuan penting dalam strategi diversifikasi bisnisnya. Anak usaha Perseroan di Australia, Wolfram Limited, mengumumkan

Listing Besok! IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL) Kebanjiran Permintaan 709 Kali

Penawaran Umum Perdana Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) mencatatkan antusiasme investor yang luar biasa.

IHSG Ditutup Terkapar! Hanya Sektor Kesehatan yang Bertahan Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (8/7/2026). IHSG merosot 107,41 poin atau 1,89% ke level 5.873,37, seiring tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru