back to top

Suspensi Dibuka! Saham VISI dan TIRT Siap Diperdagangkan Lagi Hari Ini

EmTrust – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dan PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) setelah sebelumnya disuspensi.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan bahwa pembukaan kembali suspensi kedua saham tersebut akan dilakukan mulai sesi I perdagangan pada Kamis, 5 Februari 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dan Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) dibuka kembali mulai sesi I tanggal 5 Februari 2026,” ujar Yulianto dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham VISI dan TIRT sejak 23 Januari 2026. Langkah suspensi tersebut dilakukan seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat.

BEI menegaskan, kebijakan suspensi merupakan bentuk perlindungan bagi investor sekaligus upaya menjaga perdagangan efek agar tetap teratur, wajar, dan efisien.

Dengan dibukanya kembali perdagangan saham VISI dan TIRT, investor diharapkan dapat kembali mencermati pergerakan harga kedua saham tersebut dengan memperhatikan keterbukaan informasi serta profil risiko masing-masing emiten.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru