back to top

Istana Beri Sinyal, Wamenkeu Baru Dilantik Sore Ini

Emitentrust.com- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal adanya upacara pelantikan wakil menteri keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore, untuk mengisi posisi yang sebelumnya diisi Thomas Djiwandono.

Thomas Djiwandono melepas posisinya sebagai Wakil Menteri Keuangan setelah pencalonannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia disetujui DPR RI pada 27 Januari 2026.

“Rencananya ada, tetapi sampai tadi malam (Rabu, 4/2) belum diputuskan sehingga kalau misalnya ada, kemungkinan hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Thomas Djiwandono, yang sekarang bertugas untuk menjadi Deputi (Gubernur) Bank Indonesia,” kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas menghadiri acara rapat koordinasi tingkat menteri di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis.

Walaupun demikian, Pras, sapaan akrab Prasetyo, belum mau mengumumkan nama wamenkeu pilihan Presiden Prabowo Subianto yang akan menggantikan Thomas.

Terlepas dari itu, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung saat ini diyakini kuat sebagai kandidat wamenkeu pengganti Thomas.

“Nanti akan diumumkan pada waktunya,” kata Pras menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Juda Agung dilantik sebagai wamenkeu hari ini.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyebut Juda Agung sebagai kandidat kuat untuk wamenkeu.

“Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” kata Purbaya saat ditemui selepas acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).

Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026.

Sementara itu, Thomas Djiwandono saat ini telah ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026-2031 berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 27 Januari 2026.

Artikel Terkait

BI Ungkap Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,2 Miliar di April 2026

BI mencatat Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS.

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Sejalan Pasar Global

Bank Indonesia (BI) memastikan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp17.400 per dolar AS, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

BPS Catat Neraca Dagang Surplus USD3,32 Miliar Pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada Maret 2026 sebesar USD3,32 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru