back to top

MTEL Lapor! Free Float Tak Sampai 15%, Terganjal Saham Treasuri

Emitentrust.com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) melaporkan bahwa saham free float masih berada di level terbatas pada awal 2026.

Berdasarkan Laporan Bulanan Kepemilikan Saham per 31 Januari 2026, porsi saham yang beredar di publik tercatat 11,63 miliar saham atau hanya 13,919% dari total saham tercatat.

Jumlah tersebut masih di bawah ambang 15% yang tengah didorong regulator sebagai standar baru peningkatan likuiditas dan transparansi pasar modal.

Dari sisi struktur permodalan, modal ditempatkan dan disetor penuh MTEL mencapai 83,56 miliar saham.

Dari total tersebut, pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% menguasai 60,02 miliar saham, atau sekitar 71,9% dari total saham tercatat, menandakan kepemilikan yang masih sangat terkonsentrasi.

Sementara itu, saham yang dimiliki oleh pemegang saham di bawah 5% (masyarakat) tercatat sebanyak 11,65 miliar saham, dengan jumlah pemegang saham mencapai 19.731 pihak.

Namun, tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai free float karena adanya pembatasan regulasi, termasuk saham treasuri.

MTEL juga tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 2,45 miliar saham, atau sekitar 2,93% dari modal disetor penuh. Keberadaan saham hasil pembelian kembali ini turut menggerus porsi saham yang dapat dihitung sebagai free float sesuai ketentuan BEI.

Berdasarkan ketentuan Bursa Efek Indonesia, saham free float harus:

Dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5%,

Bukan milik pengendali dan afiliasinya,

Bukan milik direksi maupun komisaris, serta bukan saham treasuri.

Dengan struktur saat ini, free float MTEL baru memenuhi 13,919%, meski jumlah saham tercatat sudah sepenuhnya berada di Bursa.

Catatan ini juga menjadi krusial dalam konteks PMK Nomor 40 Tahun 2023, yang mensyaratkan sedikitnya 40% saham dicatatkan dan dimiliki publik oleh minimal 300 pihak (masing-masing <5%) selama 183 hari kalender untuk memperoleh insentif penurunan tarif PPh badan.

Artikel Terkait

Jasa Marga (JSMR) Suntik Dua Anak Usaha Tol Rp362M, Kenapa?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menyalurkan fasilitas Shareholder Loan senilai total Rp362 miliar kepada dua anak usahanya, yakni PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) dan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB). Transaksi tersebut dilaksanakan pada 30 Juni 2026

ELPI Dirikan Bisnis Jasa Offshore di Singapura

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) resmi memperluas ekspansi internasional dengan mendirikan entitas anak baru di Singapura bernama Elpi Samudra Offshore

Lautan Luas (LTLS) Menang! Pengadilan Kembalikan 5 Aset

PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) memperoleh putusan yang menguntungkan dalam permohonan keberatan terkait penyitaan aset perseroan. Majelis Hakim pada 2 Juli 2026 mengabulkan sebagian permohonan yang diajukan perseroan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru