back to top

Siapa Tinawati? Pegang 0,29% Saham Jadi Pemilik Manfaat Akhir WIFI

Emitentrust.com – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatat lonjakan signifikan pada struktur kepemilikan sahamnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Januari 2026, porsi free float WIFI resmi menembus 40,02%, setara dengan 2,12 miliar saham dari total 5,30 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data yang disampaikan melalui Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar menunjukkan bahwa PT Investasi Sukses masih menjadi pemegang saham pengendali, dengan kepemilikan 2,88 miliar saham atau 54,42%.

Sementara itu, pemegang saham signifikan lainnya adalah Djoni, yang menggenggam 280 juta saham atau 5,28%. Di luar itu, kepemilikan publik semakin tersebar dan seluruhnya tercatat dalam bentuk scripless.

Menariknya, meskipun hanya menguasai 15,18 juta saham atau 0,29%, Tinawati justru ditetapkan sebagai Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) dari kepemilikan saham Perseroan. Dalam laporan tersebut, WIFI menegaskan bahwa Tinawati merupakan satu-satunya UBO atas saham Perseroan.

Di luar pemegang saham pengendali, pemegang saham non-pengendali kini menguasai sekitar 45,29% saham WIFI, mencerminkan struktur kepemilikan yang semakin tersebar.

Tak hanya dari sisi free float, basis investor WIFI juga mengalami lonjakan tajam. Jumlah pemegang saham meningkat dari 63.074 investor menjadi 67.556 investor, atau bertambah 4.482 pemegang saham hanya dalam satu bulan.

Artikel Terkait

DOID Siapkan Rp104M untuk Buyback Saham

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana

INDY Terbitkan Utang USD100 Juta Buat Garap Tambang Emas di Sulsel

PT Indika Energy Tbk. (INDY) resmi menerbitkan surat utang senior senilai USD100 juta dengan kupon tetap 8,75% per tahun dan jatuh tempo pada 2029.

FOOD Minta Restu! Lepas Kantor di Equity Tower Rp18M

PT Sentra Food Indonesia Tbk. berencana melakukan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material senilai Rp18 miliar melalui entitas anak usahanya, PT Kemang Food Industries (KFI).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru