back to top

BULL Lapor! Free Float 64%, Halim Jusuf Sebagai UBO

Emitentrust.com– Struktur kepemilikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) mengalami perubahan signifikan pada Januari 2026. Berdasarkan Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Januari 2026, porsi free float BULL melonjak tajam dari 59,42% menjadi 64,34%, seiring turunnya kepemilikan pihak pengendali.

Penurunan paling mencolok terjadi pada PT Delta Royal, yang memangkas kepemilikan sahamnya dari 2,69 miliar saham (17,398%) menjadi 2,25 miliar saham (14,534%). Aksi ini otomatis menurunkan total kepemilikan pengendali BULL menjadi 14,53%, dari sebelumnya 17,40%.

Sebaliknya, porsi non-pengendali meningkat menjadi 85,47%, mencerminkan semakin lebarnya distribusi saham ke publik.

Sejalan dengan perubahan struktur kepemilikan, jumlah saham free float BULL tercatat naik signifikan:

Bulan sebelumnya: 9,21 miliar saham dan Januari 2026 sebanyak 9,97 miliar saham

Jumlah pemegang saham juga melonjak hampir dua kali lipat, dari 35.701 menjadi 69.261 investor, menandakan minat ritel yang kian membesar terhadap emiten pelayaran ini.

Meski kepemilikan pengendali menyusut, beberapa pemegang saham besar masih bertahan:

Fortune Street Limited: 1,41 miliar saham (9,09%)

PT KB Valbury Sahid: 1,06 miliar saham (6,84%)

Direksi Wong Kevin: 298,13 juta saham (1,92%)

Sementara itu, BULL juga mengungkap Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) atas kepemilikan saham, yakni Halim Jusuf.

Artikel Terkait

Pendapatan ICON Naik, Rugi Susut 70% di Kuartal I-2026

PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekaligus berhasil menekan rugi bersih pada kuartal I-2026.

INET Tebar Dividen Mini, Hanya 3,65% dari Laba 2025, Ini Jadwalnya

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai yang relatif kecil, yakni hanya sebesar Rp894,96 juta atau setara 3,65%

Saham EPAC Diserok Investor Baru 225,4 Juta Lembar Harga Murah, Ada Apa?

PT Triple Berkah Bersama melakukan pembelian saham PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) pada 18 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru