back to top

Bos BYAN Lepas Saham Harga Rp14.800

Emitentrust.com – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan bahwa Oliver Khaw Kar Heng, selaku direktur di perseroan telah melakukan penjualan sebagian kepemilikan sahamnya di perusahaan batu bara tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada 11 Februari 2026, transaksi ini secara resmi dikategorikan sebagai aksi divestasi. Langkah ini telah dilaporkan kepada pihak otoritas bursa sesuai dengan regulasi yang berlaku mengenai kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Transaksi divestasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2026 dengan melepas sebanyak 29.800 unit saham biasa. Oliver Khaw menjual aset tersebut pada harga pelaksanaan sebesar Rp14.247,00 per lembar saham. Penjualan ini dilakukan secara langsung oleh yang bersangkutan di pasar modal.

Akibat dari transaksi ini, komposisi kepemilikan saham Oliver Khaw di emiten berkode BYAN tersebut mengalami penyusutan. Jumlah saham yang sebelumnya berjumlah 589.600 unit kini berkurang menjadi 559.800 unit saham. Meski terjadi pengurangan jumlah unit, persentase hak suara Oliver Khaw dilaporkan tidak mengalami perubahan signifikan dan tetap berada di angka 0,00%.

Pada perdagangan hari ini saham BYAN naik 1,59 persen ke level Rp14.375

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru