back to top

Laba Panin Bank (PNBN) Naik Tipis Jadi Rp2,87T di 2025

Emitentrust.com- Bank Panin Tbk (PNBN) sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis sekitar 0,35% dibandingkan Rp2,86 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba ini ditopang oleh efisiensi beban operasional di tengah pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang relatif stabil.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Rabu (25/2) disebutkan, PNBN membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp8,95 triliun, naik tipis dari Rp8,93 triliun pada 2024.

Sementara itu, beban operasional selain bunga turun menjadi Rp5,02 triliun dari Rp5,16 triliun. Efisiensi ini mendorong laba operasional meningkat menjadi Rp3,92 triliun dari Rp3,76 triliun, atau tumbuh sekitar 4,26%.

Laba sebelum pajak tercatat Rp3,93 triliun, naik 7,7% dibandingkan Rp3,65 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan perbaikan profitabilitas operasional meskipun tekanan pada sisi pertumbuhan pendapatan masih terbatas.

Dari sisi neraca, total aset PNBN per akhir 2025 tercatat Rp237,32 triliun, turun sekitar 2,72% dari Rp243,95 triliun pada akhir 2024.

Namun demikian, total ekuitas justru meningkat menjadi Rp54,97 triliun dari Rp52,32 triliun, atau naik sekitar 5,06%. Kenaikan ekuitas ini memperkuat struktur permodalan bank di tengah dinamika industri perbankan.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru