back to top

DMAS Raup Laba Rp800 M di 2025, Ditopang Data Center dan FMCG

Emitentrust.com – Pengembang kawasan industri modern PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) sepanjang 2025 membukukan laba bersih sebesar Rp800 miliar dengan marjin laba usaha mencapai 48%, mencerminkan profitabilitas yang solid di tengah dinamika pasar properti.

Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025, DMAS mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun. Segmen industri masih menjadi tulang punggung kinerja dengan kontribusi jumbo mencapai 88% dari total pendapatan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 penjualan lahan industri didominasi oleh permintaan dari sektor strategis.

“Pada 2025, Perseroan menjual lahan industri kepada pelanggan dari sektor data center, FMCG, sektor pangan dan turunannya, serta sektor lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi (2/3).

Tak hanya mencatat laba bersih besar, DMAS juga membukukan laba usaha sebesar Rp624 miliar dengan marjin laba usaha yang nyaris menyentuh 50%. Angka ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah ekspansi kawasan.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan DMAS tergolong sangat sehat. Total aset per akhir 2025 tercatat Rp7,12 triliun, dengan liabilitas hanya Rp509 miliar dan ekuitas mencapai Rp6,61 triliun. Menariknya lagi, perseroan menegaskan tidak memiliki utang, memperkuat struktur permodalan yang kokoh.

Sebagai pengembang kawasan terpadu modern Kota Deltamas, DMAS terus mendorong pengembangan kawasan di timur Jakarta dengan memadukan area industri, komersial, dan hunian. Permintaan dari sektor data center dan industri berbasis konsumsi dinilai menjadi katalis positif bagi penjualan lahan ke depan.

Artikel Terkait

IHSG Rontok 4,57%! Saham LQ45 Nyaris Tak Tersisa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026) merosot tajam 362,70 poin atau 4,57% ke level 7.577,06. Tekanan jual terjadi merata dan menyeret seluruh indeks sektoral

Digeledah OJK & Bareskrim Mirae Asset Tegaskan Operasional Normal

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengonfirmasi telah menerima kunjungan dari pihak Bareskrim dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka klarifikasi serta pengumpulan informasi.

OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor PT MASI yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Rabu (3/3/2026). Tindakan ini merupakan bagian dari proses penegakan hukum atas dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru