back to top

NPGF Cetak Lonjakan Laba 79% di Kuartal I – 2026

Emitentrust.com – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) membukukan laba bersih sebesar Rp1,60 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 78,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp896,56 juta. Kenaikan laba ditopang pertumbuhan penjualan yang meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, penjualan dan pendapatan usaha NPGF mencapai Rp85,26 miliar, naik 109,8% dibandingkan Rp40,63 miliar pada kuartal I-2025.

Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp64,28 miliar dari Rp29,89 miliar. Namun demikian, laba bruto Perseroan tetap tumbuh signifikan menjadi Rp20,98 miliar, atau meningkat 95,3% dibandingkan Rp10,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi operasional, beban penjualan meningkat menjadi Rp8,62 miliar dari Rp2,89 miliar, sementara beban umum dan administrasi turun tipis menjadi Rp4,15 miliar dari Rp4,49 miliar.

Perseroan juga mencatat kenaikan beban bunga dan keuangan menjadi Rp5,87 miliar dibandingkan Rp2,28 miliar pada kuartal I-2025. Meski demikian, laba sebelum pajak masih mampu tumbuh menjadi Rp2,05 miliar dari Rp1,09 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp450,21 juta, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,60 miliar, naik hampir 79% secara tahunan.

Dari sisi neraca, total aset NPGF meningkat menjadi Rp438 miliar per Maret 2026 dibandingkan Rp366,58 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan aset terutama didorong oleh kenaikan piutang usaha pihak ketiga menjadi Rp199,67 miliar dari Rp159,32 miliar serta lonjakan persediaan menjadi Rp129,81 miliar dari Rp84,28 miliar.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp197,38 miliar dari Rp127,55 miliar pada akhir tahun lalu. Adapun ekuitas Perseroan naik menjadi Rp240,63 miliar dibandingkan Rp239,03 miliar pada 31 Desember 2025.

Pada laporan arus kas, aktivitas operasi masih mencatat arus kas negatif sebesar Rp59,18 miliar. Namun Perseroan memperoleh tambahan pendanaan dari pinjaman bank senilai Rp57,10 miliar yang membantu menjaga likuiditas perusahaan. Posisi kas dan setara kas pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp11,22 miliar.

Pada perdagangan hari ini Senin (15/6) saham NPGF naik 3,28 persen ke level Rp63.

Artikel Terkait

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

MORA Targetkan 5 Juta Homepass Baru Usai Merger

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) menyiapkan langkah ekspansi agresif sepanjang 2026 dengan memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional. Setelah resmi menyelesaikan penggabungan usaha, perusahaan

Rugi Hampir Rp23M, FLMC Putuskan Nihil Dividen

PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp22,96 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru