Emitentrust.com – Emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memberikan klarifikasi terkait kabar force majeure yang sebelumnya disampaikan kepada para pelanggan. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi dan rantai pasok internasional, termasuk perkembangan situasi di kawasan Selat Hormuz.
Manajemen menjelaskan bahwa pemberitahuan force majeure merupakan langkah preventif yang bersifat administratif sesuai dengan ketentuan kontraktual. Tujuannya untuk memitigasi potensi kerugian serta menjaga transparansi kepada mitra usaha terhadap kondisi eksternal yang berada di luar kendali perusahaan.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menegaskan bahwa penyampaian pemberitahuan tersebut merupakan praktik umum dalam bisnis global ketika terdapat potensi gangguan terhadap jalur logistik internasional.
“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk transparansi dan pencegahan timbulnya kerugian yang besar kepada mitra usaha serta pemangku kepentingan. Pemberitahuan force majeure tidak serta-merta mencerminkan penghentian operasional perusahaan, melainkan bagian dari mitigasi risiko atas dampak situasi eksternal yang semakin berkembang,” ujar Suryandi.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini kegiatan operasional perusahaan masih berjalan normal. Namun demikian, perseroan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat dan melakukan evaluasi berkala terhadap potensi implikasi yang dapat memengaruhi operasional, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, Chandra Asri juga melakukan penyesuaian tingkat operasional atau run rates secara selektif sesuai kondisi pasokan bahan baku dan kebutuhan produksi. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kesinambungan usaha serta stabilitas pasokan kepada pelanggan.
Selain itu, perseroan mengandalkan kerangka manajemen risiko dan sistem perencanaan operasional yang dirancang untuk merespons dinamika pasar secara adaptif. Strategi tersebut meliputi diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara prudent, serta penguatan koordinasi dalam rantai pasok guna menjaga fleksibilitas operasional.
Perusahaan juga terus memperkuat komunikasi dengan pelanggan, pemasok, dan mitra logistik guna memastikan keselarasan informasi serta kesiapan dalam mengantisipasi kondisi global yang dapat memengaruhi pelaksanaan kewajiban kontraktual. Dalam situasi global yang dinamis ini, Chandra Asri menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan operasional dan ketahanan bisnis.


