back to top

Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus 3,3% Jadi Rp704M di 2025

Emitentrust.com – Kinerja keuangan emiten jaringan bioskop PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) mengalami penurunan tipis sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan Jumat (6/3) disebutkan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp704,75 miliar, turun sekitar 3,3% dibandingkan periode 2024 yang mencapai Rp728,95 miliar.

Secara keseluruhan, laba tahun berjalan perseroan mencapai Rp776,24 miliar, sedikit menurun dari Rp802,54 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski laba turun tipis, pendapatan CNMA justru meningkat. Perseroan mencatat total pendapatan Rp5,86 triliun pada 2025, naik dari Rp5,71 triliun pada 2024.

Pendapatan tersebut terutama berasal dari penjualan tiket sebesar Rp3,56 triliun, diikuti penjualan makanan dan minuman Rp1,99 triliun, pendapatan iklan Rp122,88 miliar, serta platform digital Rp143,91 miliar.

Dari sisi operasional, laba usaha tercatat Rp1,05 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun.

Sementara itu, EBITDA perseroan mencapai Rp1,84 triliun, meningkat dari Rp1,81 triliun pada tahun sebelumnya.

Pada sisi neraca, total aset CNMA tercatat Rp6,76 triliun per akhir 2025, turun dari Rp7,00 triliun pada akhir 2024. Adapun total liabilitas mencapai Rp2,42 triliun, sedikit meningkat dari Rp2,40 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp4,34 triliun hingga akhir 2025.

Sepanjang tahun 2025, perseroan juga melakukan pembelian kembali saham (treasury shares) senilai Rp231,33 miliar serta membagikan dividen tunai Rp741,27 miliar kepada pemegang saham.

Pada perdagangan hari ini Jumat (6/3) saham (CNMA) naik 0,95 persen ke level Rp106 per lembar.

Artikel Terkait

Mirae Asset Klarifikasi Isu Rp14,5T, Hingga Dana Nasabah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri diketahui mendatangi kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada Rabu (4/3/2026).

IHSG Ditutup Anjlok 1,62%, Hampir Semua Sektor Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026). IHSG merosot 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,68.

Free Float INKP Bengkak, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Penerima Akhir

Struktur kepemilikan saham emiten pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) masih didominasi kelompok usaha Sinar Mas.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru