back to top

Struktur Saham NANO Berubah! Investor Asing Keluar

Emitentrust.com- Struktur kepemilikan saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) mengalami perubahan menarik pada Februari 2026. Porsi saham publik atau free float emiten teknologi tersebut melonjak menjadi 46,91%, naik dari 39,07% pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan, jumlah saham yang beredar di publik tercatat mencapai sekitar 2,01 miliar saham dari total 4,28 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Kenaikan free float tersebut terjadi seiring hilangnya kepemilikan investor asing LDA Capital Limited dari daftar pemegang saham utama. Sebelumnya, lembaga investasi asal Amerika Serikat itu tercatat menggenggam 336,10 juta saham atau setara 7,84% saham NANO.

Sementara itu, posisi pemegang saham pengendali masih tetap berada di tangan PT Nanotech Investama Sedaya dengan kepemilikan 2,03 miliar saham atau sekitar 47,5%.

Di balik perusahaan pengendali tersebut, nama Nurul Taufiqu Rochman tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (beneficial owner) dari NANO. Ia juga diketahui menguasai sekitar 42,33% saham PT Nanotech Investama Sedaya, yang menjadi kendaraan pengendali perseroan.

Selain sebagai beneficial owner, Nurul Taufiqu Rochman juga tercatat sebagai komisaris di perseroan dengan kepemilikan langsung sekitar 6,37 juta saham atau 0,14%.

Adapun investor lain yang masih tercatat sebagai pemegang saham di atas 5% adalah PT Softbank Ventura Indonesia dengan kepemilikan 225 juta saham atau sekitar 5,25%.

Sementara itu, jumlah investor perseroan tercatat 14.710 pemegang saham, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 15.140 investor.

Artikel Terkait

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Emiten di Q1 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pasar modal dengan menjatuhkan 845 sanksi kepada 494 perusahaan tercatat

Waskita Karya (WSKT) Rugi Rp778M di Kuartal I 2026

Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026 meski masih berada dalam tekanan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp778,85 miliar hingga 31 Maret 2026, menyempit 42,9% dibandingkan rugi bersih Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi WSBP Membengkak 65%! Beban Naik, Margin Ambruk di Kuartal I 2026

Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja yang masih tertekan pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp144,70 miliar hingga 31 Maret 2026, meningkat 65,6% dibandingkan rugi bersih Rp87,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya

Populer 7 Hari

Berita Terbaru