back to top

Ada Apa di CANI? Komisaris Independen Heryanto Cokro Resign

Emitentrust.com – Emiten angjutan laut PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) mengungkapkan telah menerima permohonan pengunduran diri Komisaris Independen.

Manajemen CANI menyampaikan bahwa surat pengunduran diri tersebut berasal dari Heryanto Cokro yang selama ini menjabat sebagai Komisaris Independen perseroan.

Direktur CANI, Jansen Warokka, dalam keterbukaan informasi menjelaskan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diterima perseroan pada 12 Maret 2026.

Pengunduran diri tersebut akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan selanjutnya akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan, sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan.

Manajemen juga menegaskan bahwa perubahan di jajaran komisaris ini tidak berdampak terhadap operasional perusahaan.

“Kegiatan usaha dan operasional Perseroan tetap berjalan seperti biasa,” jelas manajemen dalam keterangannya Minggu (15/3).

Sebagai informasi, CANI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran dan pengangkutan laut.

Meski terjadi perubahan di tingkat komisaris, hingga saat ini perseroan memastikan kondisi operasional dan kelangsungan usaha tetap stabil sambil menunggu keputusan resmi pemegang saham dalam RUPS mendatang.

Artikel Terkait

Aplikasi Raya Borong Penghargaan, Bank Raya (AGRO) Melesat!

Bank digital milik Grup PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yakni Bank Raya Indonesia Tbk, kembali mencetak prestasi dengan meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru