back to top

BEI Layangkan Surat ke Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Kenapa?

Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melayangkan surat kepada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul volatilitas tajam pada pergerakan saham perseroan dalam beberapa waktu terakhir.

Tekanan pada saham BREN terbilang cukup dalam. Pada perdagangan 17 Maret 2026, saham BREN tercatat turun 2,93% ke level Rp5.800. Dalam sepekan, saham ini telah anjlok sekitar 19,7% dari posisi Rp7.225.

Bahkan dalam jangka waktu lebih panjang, tekanan semakin terasa. Saham BREN ambles sekitar 27% dalam sebulan dari Rp7.950, dan terkoreksi hingga 34% dalam enam bulan dari level Rp8.875.

Penurunan tajam ini terjadi di tengah langkah agresif perseroan yang sebelumnya mengumumkan program buyback saham jumbo senilai Rp2 triliun yang berlangsung sejak 4 Februari hingga 3 Mei 2026.

Menanggapi permintaan klarifikasi dari BEI, manajemen BREN melalui surat resmi bernomor 017/BREN/Corps/III/2026 menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material baru yang belum disampaikan kepada publik.

Perseroan juga memastikan bahwa seluruh kewajiban keterbukaan informasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, manajemen menyatakan tidak ada kejadian penting lain yang dapat mempengaruhi harga saham, termasuk tidak adanya aktivitas signifikan dari pemegang saham besar dengan kepemilikan di atas 5%.

Dengan kata lain, manajemen menegaskan bahwa penurunan tajam harga saham BREN bukan disebabkan oleh faktor internal yang disembunyikan oleh perusahaan.

Lebih lanjut, perseroan juga memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan. Pemegang saham utama pun disebut belum memiliki rencana untuk menambah maupun mengurangi kepemilikan sahamnya.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru