Emitentrust.com – Calon emiten di sektor Transportation & Logistics, grup Sinarmas PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) akan melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada 25 Maret 2026, saham yang ditawarkan memiliki nilai nominal Rp40 per saham dengan kisaran harga penawaran Rp150 hingga Rp170 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana maksimal sebesar Rp306 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada 25-27 Maret 2026, sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 1-8 April 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 10 April 2026.
Bertindak sebagai Penjamin Emisi, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.
Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Sebesar Rp215 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik, sedangkan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja guna memperkuat operasional dan layanan logistik multimoda perseroan.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik terpadu, mencakup angkutan multimoda, pergudangan, hingga layanan cold storage. Perseroan menilai prospek usaha logistik di Indonesia masih terbuka lebar, didorong oleh karakter geografis sebagai negara kepulauan serta meningkatnya aktivitas perdagangan antarwilayah.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk sepanjang periode 2025. Emiten grup Sinarmas ini membukukan laba bersih melonjak tajam hingga 281% secara tahunan (YoY).
Lonjakan laba ini didorong oleh peningkatan volume bisnis serta optimalisasi aset dan efisiensi operasional di tengah pertumbuhan sektor logistik nasional.
Dari sisi neraca, perusahaan menunjukkan penguatan likuiditas yang mencolok. Kas dan setara kas per September 2025 melonjak drastis menjadi Rp213,69 miliar, dibandingkan hanya sekitar Rp19,63 miliar pada akhir 2024.
Kenaikan ini mencerminkan derasnya arus kas masuk serta strategi pengelolaan keuangan yang lebih agresif, termasuk penempatan dana di berbagai bank besar seperti Bank Mandiri, BCA, hingga DBS Indonesia.
Di sisi operasional, piutang usaha bersih tercatat Rp321,83 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menunjukkan kuatnya basis pelanggan.
Beberapa pelanggan utama berasal dari grup industri besar seperti:
PT Oki Pulp & Paper Mills
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk


