back to top

IHSG Jatuh ke Level 6.144 di Sesi I, Semua Sektor Kompak Merah

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (21/5/2026), masih tertekan di zona merah meskipun sempat dibuka menguat pada awal perdagangan. IHSG tercatat merosot tajam 2,76% ke level 6.144,35.

Tekanan besar terjadi hampir di seluruh lini pasar setelah seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan mencapai 6,49%.

Pelemahan tajam juga terjadi pada sektor energi yang turun 5,02%, disusul sektor transportasi 4,69%, barang konsumer non primer 4,11%, perindustrian 4,02%, serta sektor infrastruktur yang melemah 3,8%.

Selain itu, sektor properti dan real estate turun 2,35%, kesehatan melemah 1,29%, sektor keuangan terkoreksi 1,10%, barang konsumer primer turun 1,07%, dan teknologi melemah 0,93%.

Aktivitas perdagangan saham di BEI hingga siang hari tercatat mencapai 19,91 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,78 triliun. Sebanyak 601 saham mengalami penurunan, hanya 118 saham yang berhasil menguat, sementara 94 saham stagnan.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan signifikan. Saham UNIC melesat Rp1.625 menjadi Rp14.425 per lembar. Kemudian BBSI naik Rp390 menjadi Rp4.690 per saham dan AMFG menguat Rp220 menjadi Rp3.350 per lembar.

Sebaliknya, saham-saham yang mengalami tekanan paling besar di antaranya PGUN yang anjlok Rp1.075 menjadi Rp7.100 per saham, ITMG turun Rp1.050 menjadi Rp22.475, serta SINI yang melemah Rp900 menjadi Rp8.500 per saham.

Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, LCKM memimpin dengan frekuensi transaksi mencapai 61.787 kali senilai Rp140 miliar. Disusul BUMI sebanyak 55.746 kali transaksi senilai Rp689 miliar dan BIPI sebanyak 54.605 kali transaksi senilai Rp140 miliar.

Di jajaran saham LQ45, PT Barito Pacific Tbk menjadi top losers setelah anjlok 12,50% ke level Rp1.505 per saham. Disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk yang turun 9,32% ke Rp535 dan PT Medco Energi Internasional Tbk yang melemah 9,03% ke Rp1.410 per saham.

Meski mayoritas saham tertekan, sejumlah emiten LQ45 masih mampu bertahan di zona hijau. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk memimpin top gainers dengan kenaikan 1,52% ke Rp2.680 per saham, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk naik 1,20% ke Rp4.220 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menguat 1,11% ke Rp1.820 per saham.

Artikel Terkait

JATI Umumkan Jadwal Dividen Tunai Rp6,2 Miliar

PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI). resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp6,24 miliar.

SRSN Bagi Dividen Tunai Rp6,62M, Siapkan Strategi Baru 2026

PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp6,62 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Grup Bakrie (BUMI) Mulai Tawarkan Obligasi Rp1,84T, Kupon Tertinggi 9,05%

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap V Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp1,839 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru