back to top

Beban Naik, Laba SMDR Tumbuh Tipis di Sepanjang 2025

Emitentrust.com – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) emiten angkutan kapal ini mencatatkan laba bersih sebesar USD79,08 juta sepanjang 2025, naik tipis 2,73% secara tahunan (yoy) dibandingkan USD76,97 juta pada 2024.

Kenaikan laba ini mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah tekanan biaya operasional dan dinamika industri logistik global.

Dalam laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 disbeutkan pendapatan SMDR tumbuh menjadi USD801,69 juta, meningkat 8,72% yoy dari USD737,40 juta. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya mengalir ke laba, seiring kenaikan biaya jasa yang mencapai USD654,40 juta, atau naik sekitar 11,29% yoy.

Alhasil, laba bruto justru terkoreksi tipis menjadi USD147,29 juta, turun 1,42% yoy dari USD149,41 juta.

Meski demikian, efisiensi pada beberapa pos serta kontribusi dari entitas asosiasi—yang berbalik mencatat laba sebesar USD3,99 juta—membantu menopang kinerja bottom line. Laba sebelum pajak tercatat USD86,34 juta, naik 1,93% yoy.

Di sisi lain, beban keuangan masih menjadi salah satu faktor penekan dengan nilai USD28,47 juta, meningkat sekitar 8,92% yoy. Selain itu, keuntungan selisih kurs menurun dari USD5,22 juta menjadi USD4,32 juta.

Namun penurunan kerugian lain-lain serta kontribusi pendapatan bunga sebesar USD14,38 juta membantu menjaga profitabilitas tetap positif.

Dari neraca, total aset perseroan naik menjadi USD1,43 miliar, tumbuh 10,68% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan aset ini ditopang Aset tetap yang naik menjadi USD501,18 juta (+9,07%), Aset hak-guna melonjak ke USD225,94 juta (+46,33%) dan Investasi pada entitas asosiasi meningkat 21,48%

Sementara itu, total liabilitas naik 16,27% yoy menjadi USD652,82 juta, terutama dari peningkatan liabilitas sewa dan penerbitan sukuk ijarah.

Di sisi lain, ekuitas juga tumbuh menjadi USD773,49 juta atau naik 6,36% yoy, mencerminkan akumulasi laba dan penguatan posisi keuangan.

Kinerja operasional tercermin dari arus kas operasi yang mencapai USD151,68 juta, naik 10,58% yoy dari USD137,16 juta.

Namun, kas dan setara kas akhir tahun turun menjadi USD317,74 juta, akibat tekanan dari aktivitas investasi dan pendanaan.

Artikel Terkait

Pefindo Ungkap Jatuh Tempo Obligasi Emiten Prajogo Pangestu (TPIA) Rp361M

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menyampaikan bahwa PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memastikan telah menyiapkan dana internal untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023 Seri A

Direktur Amman Mineral Mulai Borong Saham AMMN, Nilainya Tembus Rp4,53M, Ada Apa?

Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Anthony Robert Mathias, pertama kali melakukan aksi beli saham Perseroan sebanyak 1.413.600 lembar melalui serangkaian transaksi pada 1-2 Juli 2026.

Jasa Marga (JSMR) Suntik Dua Anak Usaha Tol Rp362M, Kenapa?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menyalurkan fasilitas Shareholder Loan senilai total Rp362 miliar kepada dua anak usahanya, yakni PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) dan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB). Transaksi tersebut dilaksanakan pada 30 Juni 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru