Emitentrust.com – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) miten infrastruktur telekomunikasi sepanjang 2025 membukukan laba bersih Rp515,86 miliar, melonjak 96,5% dibandingkan Rp262,57 miliar pada 2024.
Sejalan dengan itu, laba per saham (EPS) juga ikut terdongkrak signifikan menjadi Rp18,97, naik dari Rp10,38 pada tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 82,8%.
Lonjakan laba ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif moderat. Perseroan mencatat pendapatan Rp4,00 triliun, naik tipis sekitar 0,55% YoY dari Rp3,98 triliun. Namun efisiensi dan penurunan beban keuangan menjadi kunci utama peningkatan profitabilitas.
Secara operasional, laba usaha tercatat Rp1,12 triliun, meningkat dari Rp1,07 triliun. Sementara itu, beban bunga dan keuangan turun signifikan menjadi Rp520,06 miliar dari Rp583,65 miliar, memberikan ruang besar bagi pertumbuhan laba bersih.
Selain itu, perusahaan juga mencatat keuntungan selisih kurs Rp32,42 miliar, berbalik dari rugi kurs pada tahun sebelumnya, yang turut memperkuat bottom line.
Dari sisi neraca, total aset MORA relatif stabil di level Rp14,76 triliun, dengan ekuitas meningkat menjadi Rp7,91 triliun dari Rp7,39 triliun. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp6,85 triliun, turun dari Rp7,26 triliun.
Di sisi arus kas, perusahaan masih mencatat kas operasional positif Rp1,53 triliun, meski menurun dibanding tahun sebelumnya. Penurunan kas lebih dipengaruhi oleh belanja investasi yang cukup agresif, terutama pada aset tetap yang mencapai Rp1,32 triliun.


